BRIEF.ID – Iran menyerang Israel dengan gelombang serangan rudal baru pada hari Selasa (24/3/2026), beberapa jam setelah peringatan mengerikan tentang “rencana khusus” yang akan “menghilangkan harapan” untuk melanjutkan negosiasi guna mengakhiri perang.
Dikutip dari New York Post, Rabu (25/3/2026), gelombang serangan baru itu, termasuk sebuah rudal dengan setidaknya 220 pon bahan peledak yang menghantam bangunan tempat tinggal dan mobil di Tel Aviv, kata para pejabat di negara itu.
Serangan dilakukan tepat setelah sebuah sumber di Republik Islam memberikan tanggapan yang penting kepada Presiden AS Donald Trump, yang memuji “percakapan yang sangat baik dan produktif” tentang mengakhiri perang selama tiga minggu tersebut.
“Rencana khusus telah disusun malam ini untuk Tel Aviv dan beberapa sekutu regional AS dan Israel,” kata sebuah sumber yang mengetahui informasi tersebut kepada kantor berita semi-resmi Iran, Fars, menurut laporan CNN.
“Rencana tersebut sepenuhnya menghilangkan harapan negosiasi dari benak para agresor,” kata sumber tersebut kepada Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam.
Enam orang terluka dalam serangan di Tel Aviv, Israel yang juga merusak tiga bangunan secara signifikan, lapor Times of Israel.
Iran juga menembakkan rudal ke Israel utara dan selatan, tetapi negara Yahudi itu melaporkan tidak ada korban jiwa.
Rekaman yang dibagikan oleh KAN News menunjukkan sebuah rudal Iran dicegat di daerah Haifa dan sebuah rumah rusak.
Seorang pria di Israel utara terluka setelah menginjak pecahan rudal, menurut pejabat kesehatan.
Rudal Iran juga terdeteksi menuju Yerusalem, mendorong para politisi di Knesset, parlemen negara itu, untuk berlindung. (nov)


