BRIEF.ID – Sikap Iran makin mengeras sejak perang dimulai dan pengaruh Garda Revolusi yang semakin besar atas pengambilan keputusan. Iran disebut-sebut akan menuntut konsesi signifikan dari Amerika Serikat (AS) jika upaya mediasi mengarah pada negosiasi serius, kata tiga sumber senior di Teheran.
Dalam pembicaraan apa pun dengan AS, Iran tidak hanya akan menuntut diakhirinya perang tetapi juga konsesi yang kemungkinan besar merupakan garis merah bagi Presiden AS Donald Trump. Iran akan menuntut jaminan terhadap tindakan militer di masa depan, kompensasi atas kerugian perang, dan kendali formal atas Selat Hormuz, kata sumber-sumber.
Dikutip dari Reuters, Rabu (25/3/2026) Iran juga akan menolak untuk menegosiasikan batasan apa pun terhadap program rudal balistiknya, sebuah isu yang telah menjadi garis merah bagi Teheran selama pembicaraan yang berlangsung ketika AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari 2026.
Trump mengatakan pada hari Senin (23/3/2026) bahwa Washington telah melakukan “pembicaraan yang sangat, sangat kuat” dengan Teheran lebih dari tiga minggu setelah perang dimulai, tetapi Iran secara terbuka membantah hal ini.
Tiga sumber di kalangan pejabat senior mengatakan Iran hanya melakukan diskusi pendahuluan dengan Pakistan, Turki, dan Mesir mengenai apakah sudah ada landasan untuk pembicaraan dengan AS tentang mengakhiri perang.
Menurut seorang pejabat Eropa, meskipun belum ada negosiasi langsung antara Iran dan AS, Mesir, Pakistan, dan negara-negara Teluk menyampaikan pesan. Seorang pejabat Pakistan dan sumber kedua juga mengatakan pada hari Senin bahwa pembicaraan langsung tentang mengakhiri perang dapat diadakan di Islamabad minggu ini.
Jika pembicaraan semacam itu diatur, Iran akan mengirim Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi untuk hadir, kata tiga sumber Iran tersebut, memperingatkan bahwa keputusan apa pun pada akhirnya akan berada di tangan Korps Garda Revolusi Islam garis keras.
Sementara itu, tiga pejabat senior Israel juga mengatakan pada hari Selasa bahwa, meskipun Trump tampaknya bertekad untuk mencapai kesepakatan. Mereka menganggap tidak mungkin Teheran akan menyetujui tuntutan AS, yang mereka yakini akan mencakup penghentian program rudal balistik dan nuklir Iran.
Penggunaan rudal balistik Iran dan kemampuannya untuk secara efektif menutup Selat Hormuz, yang biasanya dilalui sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia, telah menjadi respons paling efektifnya terhadap serangan AS-Israel.
Para analis mengatakan, Iran tidak dapat menyetujui untuk melepaskan kemampuan ini tanpa membuat dirinya tidak berdaya terhadap serangan lebih lanjut. (nov)


