BRIEF.ID – Kalangan investor diingatkan agar mewaspadai terjadinya gelombang profit taking pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/1/2026).
Laporan Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di level 8.944,81 atau naik 0,13%) pada perdagangan Rabu (7/1/2026) setelah sempat mencapai level intraday tertinggi baru di 8.970.
Saham-saham yang diunggulkan, di antaranya AADI, ADRO, JSMR, BUKA, dan PGEO.
Di sisi lain, nilai tukar Rupiah berlanjut terdepresiasi di level Rp16.780 per dolar AS di pasar spot, Rabu (7/1/2026), seiring melemahnya mayoritas mata uang Asia. Secara teknikal, histogram positif MACD berlanjut menguat.
Momentum beli mulai melemah dan Stochastic RSI berada di area overbought sehingga perlu diwaspadai potensi terjadinya aksi profit taking, terutama jika ketegangan geopolitik global kembali memanas. IHSG diperkirakan bergerak di area support 8.850-8.900 dan resistance di rentang 8.970-9.000.
Pemerintah akan memangkas target produksi mineral dan batu bara yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.
Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan keseimbangan supply dan demand sehingga diharapkan dapat memulihkan harga mineral dan batu bara yang mengalami penurunan pada tahun lalu akibat kelebihan pasokan.
Diharapkan kebijakan ini akan berdampak positif terhadap saham terkait. Sementara itu Presiden Prabowo mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun, serta berencana merealisasikan swasembada untuk komoditas pangan lainnya secara berturut-turut setiap tahun.
Rencana ini sejalan dengan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Investor akan menantikan data cadangan devisa Indonesia bulan Desember 2025, yang akan dirilis Kamis (8/1/2026). Dari Jepang dilaporkan, akan dirilis data consumer confidence bulan Desember 2025 yang diperkirakan membaik.
Dari Euro Area dijadwalkan akan dirilis sejumlah data ekonomi, pada Kamis (8/1/2026), seperti economic sentiment, tingkat pengangguran, dan consumer confidence. (nov)


