Investor Wait and See, IHSG Diperkirakan Masih Stagnan

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih stagnan dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/2/2026) setelah mengalami turbulesi akibat isu Morgan Stanley Capital International (MSCI), pekan lalu.

Sampai saat ini IHSG belum beranjak dari zona merah. Diharapkan pasca pertemuan otoritas bursa dengan MSCI, IHSG dapat kembali normal.

Riset Phintraco Sekuritas yang dirilis, Selasa (3/2/2026) menyatakan bahwa IHSG akan bergerak pada resistance 8.100, pivot  8.000, dan support  7.786. Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan diindikasikan terjadi pola distribusi. Stochastic RSI berada di area oversold namun belum ada indikasi terjadinya reversal. IHSG masih bertahan di atas level MA200 di sekitar 7.786.

Saham-saham yang diunggulkan, di antaranya AADI, MYOR, ICBP, INDF, dan JSMR.

“Selama IHSG masih berada di bawah level 8.000, diperkirakan IHSG masih berpotensi menguji level 7.786,” demikian riset Phintraco Sekuritas.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 7.922,73 atau 4,88%, pada perdagangan Senin (2/2/2026). Sentimen negatif berasal dari koreksi harga komoditas, yang selama ini menjadi penopang penguatan IHSG.

Investor juga masih menunggu perkembangan dari upaya otoritas OJK dan BEI yang melakukan pertemuan dengan MSCI, dalam rangka mengembalikan kepercayaan investor global dan membahas reformasi transparansi pasar modal Indonesia. Meskipun demikian, terjadi net buy investor asing sebesar Rp 654,94 miliar, pada Senin (2/2/2026).

Sementara itu, indeks PMI Manufacturing Indonesia naik ke level 52,6 di Januari 2026 dari 51,2, yang mengindikasikan aktivitas pabrik mengalami kenaikan selama enam bulan berturut-turut.

Surplus neraca perdagangan tercatat sebesar US$ 2,52 miliar pada Desember 2025 dari US 2,24 miliar di periode sama tahun 2024, didorong oleh pertumbuhan ekspor sebesar 11,64% YoY. Sedangkan data inflasi berakselerasi menjadi 3,55% YoY pada Januari 2026, meskipun terjadi deflasi 0,15% MoM bulan Januari 2026.

OJK, BEI, dan KSEI mengajukan proposal solusi pada pertemuan dengan MSCI merespon concern MSCI mengenai transparansi pasar saham Indonesia.

Otoritas bursa mengajukan tiga komitmen, yaitu membuka data kepemilikan saham di atas 1%, menaikkan batas minimum free float menjadi 15%, serta meningkatkan klarifikasi dan kredibilitas pengungkapan beneficial ownership  pemegang saham. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Minyak Dunia Turun Kala Negara-Negara Teluk Rayakan Idul Fitri

BRIEF.ID - Harga minyak dunia turun kala negara-negara Teluk...

Serangan Rudal Iran Hancurkan Fasilitas Ekspor LNG Qatar, Kerugian Rp337 Triliun

BRIEF.ID - Serangan rudal Iran, yang menghanurkan fasilitas ekspor...

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

BRIEF.ID - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, resmi mengumumkan...

Arab Saudi Rayakan Idul Fitri Besok, Sidang Isbat Digelar 2 Kali

BRIEF.ID - Otoritas Arab Saudi mengumumkan Idul Fitri 1447...