Indeks Saham di Bursa AS Jatuh dan  Harga Emas Anjlok

BRIED.ID – Pasar keuangan Amerika Serikat (AS) bergejolak, pada Jumat (30/1/2026) karena investor mencoba mencari tahu makna  dari penunjukan calon baru pemimpin Federal Reserve (The Fed) pilihan Presiden AS Donald Trump.

Saham AS berjatuhan, indeks S&P 500 turun 0,4% pada perdagangan sore. Dow Jones Industrial Average turun 221 poin, atau 0,5%, pada pukul 14.19 waktu Timur, dan Nasdaq composite turun 0,7%.

Sementara itu, nilai dolar AS naik tetapi  setelah beberapa kali berfluktuasi setelah penunjukan Kevin Warsh oleh Trump. Dan, beberapa aksi paling liar terjadi  di pasar logam mulia, di mana harga emas anjlok tajam setelah kenaikan luar biasa selama setahun terakhir.

Siapa pun yang memimpin The Fed memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi dan pasar di seluruh dunia dengan membantu menentukan arah pergerakan suku bunga bank sentral AS. Keputusan itu menaikkan atau menurunkan harga untuk semua jenis investasi, karena The Fed berupaya menjaga pasar kerja AS tetap berjalan lancar tanpa membiarkan inflasi lepas kendali. Trump telah mendorong penurunan suku bunga, yang biasanya membantu mendorong perekonomian tetapi juga dapat menyebabkan inflasi yang lebih tinggi.

Kekhawatiran di pasar keuangan  adalah  The Fed akan kehilangan sebagian independensinya karena Trump. Kekhawatiran itu pada gilirannya membantu melambungkan harga emas dan melemahkan nilai dolar AS selama tahun lalu.

Pilihan Tidak Populer

Asumsi yang telah lama ada adalah bahwa The Fed dapat beroperasi secara terpisah dari Washington sehingga dapat membuat keputusan yang menyakitkan dalam jangka pendek tetapi diperlukan untuk jangka panjang. Untuk menurunkan inflasi hingga target The Fed sebesar 2%, misalnya, mungkin diperlukan pilihan yang tidak populer untuk mempertahankan suku bunga tinggi dan menekan perekonomian untuk sementara waktu.

Pertanyaan besarnya adalah apa arti pencalonan Warsh, yang masih memerlukan persetujuan dari Senat, bagi independensi The Fed.

Warsh pernah menjadi gubernur di dewan The Fed dan  investor mengenalnya. Itu juga bisa berarti Warsh mengenal dan berharap untuk melanjutkan institusi The Fed sebagai operator independen. Dan, selama di The Fed, Warsh mengkritik pembelian obligasi oleh bank sentral untuk menjaga suku bunga tetap rendah.

Beberapa pihak di Wall Street menganggap pencalonan Warsh sebagai sinyal  menggembirakan bagi The Fed yang masih independen dan akan mempertahankan suku bunga tinggi, jika perlu.

Namun Warsh juga baru-baru ini mengkritik Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, dan telah menyatakan dukungan untuk suku bunga yang lebih rendah.

“Warsh bukanlah orang kepercayaan The Fed. Dia adalah orang kepercayaan Trump, dan telah membayangi Trump dalam kebijakan moneter hampir di setiap langkah sejak 2009. Ini tidak serta merta berarti Warsh akan mendorong The Fed untuk segera menurunkan suku bunga,”  kata Thierry Wizman, seorang ahli strategi di Macquarie Group.

Di Wall Street, saham perusahaan penambang logam anjlok karena harga emas turun 8,3% menjadi US$ 4.911,10 per ons. Harga emas tiba-tiba kehilangan momentum setelah reli luar biasa di mana harganya hampir berlipat ganda dalam 12 bulan. Harga emas menembus angka US$ 5.000 untuk pertama kalinya pada  Senin (26/1/2026) dan mendekati US$ 5.600 pada  Kamis (29/1/2026). (Associated Press/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pasar Keuangan Indonesia Libur Nyepi dan Lebaran, Rupiah Offshore Melemah Terbatas

BRIEF.ID - Rupiah offshore melemah terbatas pada perdagangan hari...

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.996.000 per Gram, Investor Pantau Kebijakan The Fed

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

Bank Mandiri Berencana Buyback Saham

BRIEF.ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berencana...

Trump: AS Tidak Butuh NATO

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald Trump menegaskan,...