BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup mixed pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Indeks S&P 500 turun 0,5% setelah pergerakan tajam di awal pekan yang dipicu kekhawatiran yang ditimbulkan revolusi kecerdasan buatan.
Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 17 poin, atau kurang dari 0,1%, dan indeks komposit Nasdaq turun 1,2%.
Saham Nvidia yang menguat sehari sebelumnya, tersungkur akibat sentimen yang lebih optimistis terkait prospek AI. Saham perusahaan itu melemah meskipun hasil kuartalannya kuat.
Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham-saham sektor teknologi mengalami penurunan paling dalam. Investor menyuarakan kekhawatiran bahwa Nvidia tidak memberikan return yang cukup kepada para pemegang saham. Nvidia menghasilkan US$ 35 miliar dalam bentuk tunai selama Kuartal IV-2025, tetapi hanya memberikan return 12%, turun dari 52% pada Kuartal IV-2024.
Sementara itu, AS dan Iran mengakhiri putaran ketiga pembicaraan di Jenewa tentang aktivitas nuklir Iran. Mediator Oman mengatakan pembicaraan telah berakhir dengan kemajuan signifikan dan bahwa diskusi akan dilanjutkan setelah konsultasi internal masing-masing negara.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa hal-hal buruk dapat terjadi jika kemajuan yang berarti tidak tercapai, dan AS telah membangun salah satu pengerahan militer terbesarnya di Timur Tengah. Konflik yang berkepanjangan dapat mengganggu pasokan dari Iran, yang merupakan produsen minyak mentah terbesar ketiga di OPEC. Harga minyak mentah berada di dekat level tertinggi tujuh bulan.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun lebih dari 3 bps ke level 4,01%. Harga emas spot stabil di level US$ 5.168 per troy ons, pada Kamis (26/2/2026). Investor tetap berada di posisi menunggu menjelang putaran ketiga pembicaraan nuklir tidak langsung AS-Iran di Jenewa, Swiss dengan harapan mendapatkan sinyal apakah negosiasi itu dapat meredakan ketegangan geopolitik. (nov)


