BRIEF.ID – Kontrak berjangka Amerika Serikat (AS) diperdagangkan sedikit lebih rendah, pada Jumat (3/6/2026) setelah data pekerjaan yang mengejutkan yang dikeluarkan pemerintah federal.
Pasar saham tutup untuk perayaan Jumat Agung, tetapi pasar berjangka diperdagangkan hingga Jumat pagi, meskipun situasinya agak tenang.
Dikutip dari Associated Press, Senin (6/4/2026), kontrak berjangka S&P 500 turun 0,3%, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 0,2%, dan kontrak berjangka Nasdaq turun 0,4%.
Perusahaan-perusahaan AS juga menambahkan 178.000 pekerjaan baru bulan lalu, pulih dari Februari 2026 yang suram dengan kehilangan 133.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,3% dari 4,4%.
Pasar energi tutup pada Jumat (3/4/2026) setelah lonjakan harga besar sehari sebelumnya karena kekhawatiran bahwa perang Iran akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Minyak mentah acuan AS naik 11,4% menjadi US$ 111,54 per barel pada hari Kamis (2/4/2026). Harga minyak mentah Brent, standar internasional, melonjak 7,8% menjadi US$ 109,03 per barel.
Presiden AS Donald Trump bersumpah bahwa AS akan terus menyerang Iran dan gagal memberikan jadwal yang jelas untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
“Konflik yang lebih berkepanjangan meningkatkan ancaman terhadap infrastruktur fisik, memperluas gangguan melalui Selat Hormuz, dan memerlukan periode pemulihan pascaperang yang lebih lama, dengan dampak harga yang berlanjut hingga akhir tahun,” demikian menurut laporan dari BMI, sebuah unit dari Fitch Solutions.


