IHSG Turun 15% Dalam Dua Hari, BEI Imbau Investor Tidak Panik

BRIEF.ID – Otoritas bursa mengimbau kalangan investor di Bursa Efek Indonesia (BEI)  tidak panik menghadapi volatilitas pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.

IHSG tergerus  hampir 15% dalam dua hari berturut-turut, pada 28-29 Januari 2026 setelah dipicu sentimen negatif dari penilaian Morgan Stanley Capital International Inc. (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia.

Pada perdagangan di BEI, akhir pekan ini, IHSG diprediksi akan bergerak pada resistance 8.400, pivot 8.000, dan support  7.770. Saham-saham yang diunggulkan adaalah BBCA, BBRI, BBNI, TLKM, dan ASII.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 8.232,2 atau turun 1,06% pada perdagangan Kamis (29/1/2026). Menyusul kekhawatiran akan potensi downgrade Indonesia ke frontier market oleh MSCI, beberapa sekuritas asing juga menurunkan peringkat Indonesia, sehingga kembali memicu terjadinya sell-off dan sempat membuat terjadinya trading halt selama 30 menit di sesi perdagangan pertama.

Setelah dibuka kembali, IHSG sempat melemah lebih dalam,  kemudian terjadi bargain hunting sehingga pelemahan IHSG berkurang.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan BEI akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik atau free float dari 7,5% menjadi 15% dalam waktu dekat.

Ketentuan free float  akan berlaku bagi emiten baru maupun yang sudah tercatat. Jika emiten tidak dapat memenuhi aturan ini, maka akan diberikan exit policy. Saat ini belum dipastikan exit policy apa yang akan diterapkan.

OJK dan BEI menyatakan  memenuhi permintaan transparansi kepemilikan saham sesuai dengan best practice internasional. Otoritas berencana menyediakan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau data pemilik manfaat terakhir kepada MSCI yang akan difokuskan terlebih dahulu untuk konstituen IDX100.

Secara teknikal, setelah sempat menembus level MA200 dan melemah hingga level 7.481, IHSG mengalami technical rebound sehingga pelemahan IHSG berkurang dan IHSG ditutup di atas level MA200.

Momentum pelemahan diperkirakan masih dominan yang diperlihatkan dari indikator MACD. Diperkirakan jika IHSG bertahan di atas level 8.000, maka berpeluang bergerak di kisaran 8.200-8.400. Apabila  IHSG kembali bergerak melemah menembus level 8.000, diperkirakan akan kembali menguji level 7.770/7.600/7.500. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Indonesia Daily Brief (January 30, 2026)

TOP NEWS Reuters — MSCI’s warning over opaque shareholding and...

Harga Emas Jatuh, Indeks di Bursa Dunia Cenderung Melemah

BRIEF.ID - Indeks di bursa Wall Street New York,...

OJK Perkuat Transparansi  dan Integritas Pasar Modal Indonesia 

BRIEF.ID –Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  memperkuat transparansi, tata kelola,...

Konsumsi Air Minum Murni, Menjaga Kualitas Kerja Ginjal

BRIEF.ID – Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Cynthia Natalia, Sp.PD,...