BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke zona merah pada perdagangan akhir pekan, Jumat (20/2/2026), usai pengumuman kesepakatan tarif Amerika Serikat (AS) dan Indonesia.
Pada awal sesi I perdagangan saham, IHSG dibuka di zona hijau dengan menguat tipis 0,02% ke level 8.272, kemudian bergerak fluktuatif hingga terperosok ke zona merah.
Hingga akhir sesi I perdagangan saham atau pukul 12:00 waktu JATS, IHSG ditutup melemah 0,15% atau 12,92 poin ke level 8.261. Sepanjang 3 jam perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.328, dan level terendah di 8.236.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sebanyak 402 saham turun harga, 252 saham naik harga, dan 161 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 25,817 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.680.612 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp11,298 triliun.
Kesepakatan tarif antara AS-Indonesia tercapai, seiring penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff, yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan Perwakilan AS, Jamieson Greer, di Washington DC, Kamis (19/2/2026) malam waktu setempat atau Jumat (20/2/2026) pagi WIB.
Kesepakatan tersebut, menyatakan Indonesia menerima penurunan tarif impor Amerika Serikat sebesar 19% kepada produk-produk asal Indonesia. Selain itu, terdapat tarif nol persen atau bebas bea masuk untuk komoditas sawit, kopi, dan kakao Indonesia ke pasar AS.
Sementara Indonesia menghapus hambatan tarif secara preferensial pada lebih dari 99% produk AS yang masuk ke Tanah Air. Artinya, Indonesia menetapkan bebas bea masuk atau tarif 0% untuk produk-produk impor dari AS.
Pengumuman kesepakatan tarif AS-Indonesia tersebut direspon negatif oleh investor, sehingga terjadi aksi jual saham besar-besaran terutama di sektor produk konsumsi dan komoditas.
Saham rokok terpantau mengalami penurunan harga cukup besar, antara lain PT Gudang Garam Tbk, yang terkoreksi 3,10% atau Rp525 menjadi Rp16.400 per lembar, dan PT HM Sampoerna Tbk, yang anjlok 4,30% atau Rp40 menjadi Rp890 per lembar.
Sementara saham-saham komoditas yang melemah antara lain PT Astra AgroLlestari Tbk (AALI), yang merupakan sakah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit. Saham AALI turun 0,33% atau Rp25 menjadi Rp7.625 per lembar.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah tipis di kisaran level support 8.230, dan level resistance 8.330. (jea)


