IHSG Sesi I Perdagangan Hari Ini Ditutup Anjlok 1,60% Imbas 645 Saham Turun Harga

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (2/3/2026), anjlok 1,60% imbas tekanan jual, yang menyebabkan 645 saham turun harga.

Pada pembukaan sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka melemah 1,73% atau 142,58 poin ke level 8.092. Hingga sesi I perdagangan saham berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG ditutup melemah 1,60% atau 131,76 poin ke level 8.103.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 645 saham turun harga, 110 saham naik harga, dan 62 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan mencapai 33,272 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.184.734 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp16,614 triliun.

Pelemahan IHSG dipicu eskalasi konflik geopolitik Timur Tengah seiring meluasnya dampak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Aksi balasan Iran ke sejumlah negara sekutu AS di Timur Tengah, seperti Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, semakin meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah diperkirakan belum mereda bahkan berpotensi meluas dan mengganggu rantai pasok perdagangan dunia, terutama minyak mentah.

Kondisi tersebut membuat investor melakukan penarikan modal dari pasar keuangan untuk meminimalisasi kerugian, dan beralih memborong logam mulia, terutama emas.

Terpantau harga saham-saham unggulan terutama sektor keuangan, konstruksi, properti, dan barang konsumsi tertekan. Sebaliknya harga saham perusahaan energi dan emas justru melonjak.

Adapun saham perusahaan tercatat (emiten) energi di BEI, yang naik harga antara lain PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), yakni melonjak 5,80% atau Rp100 menjadi Rp1.825 per saham.

Saham perusahaan produsen emas, seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga melonjak 4,83% atau Rp210 menjadi Rp4.560 per lembar. Begitu pula saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melonjak 2,67% atau Rp100 menjadi Rp3.850 per lembar.

Sementara itu, saham-saham sektor keuangan yang tertekan antara lain 4 bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Saham BBCA terpangkas 1.05% atau Rp75 menjadi Rp7.100 per lembar, BMRI anjlok 2,84% atau Rp150 menjadi Rp5.125 per lembar, BBNI turun 0,91% atau Rp40 menjadi Rp4.360 per lembar,d an BBRI merosot 1,79% atau Rp70 menjadi Rp3.840 per lembar. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Tertekan ke Level Rp16.800 per Dolar AS, BI Pastikan Intervensi Jaga Stabilitas Mata Uang Garuda

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan hari...

Harga Emas Dunia Melambung 2% Dipicu Meluasnya Konflik Geopolitik AS-Israel dengan Iran

BRIEF.ID - Harga emas dunia melambung lebih dari 2%...

Puan: Indonesia Kehilangan Negarawan Sejati

BRIEF.ID - Ketua DPR RI Puan Maharani mengaku sangat...

Harga Emas Antam Melesat Rp50.000 Imbas Konflik Geopolitik Timur Tengah

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...