IHSG Nyaris Terhempas dari Level 6.300 Imbas Tertekan Kenaikan Indeks Dolar AS

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah, dan nyaris terhempas dari level 6.300 imbas tertekan kenaikan indeks dolar AS.

Pada akhir sesi I perdagangan saham hari ini, Kamis (24/9/2026), IHSG ditutup melemah 1,06% atau 67,80 poin ke level 6.307. Sebelumnya pada awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 0,16% atau 9,93 poin ke posisi 6.364,98.

Sepanjang sesi I perdagangan saham, yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terus bergerak di zona merah, dengan menyentuh level tertinggi di 8.368, dan level terendah di 6.304.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 453 saham turun harga, 171 saham naik harga, dan 162 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 19,578 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 962.485 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp6,105 triliun.

Pelemahan IHSG dipicu kenaikan indeks dolar Amerika Serikat (AS) ke level 100, dipicu lonjakan harga minyak dunia, yang kembali menyentuh level US$100 per barel, seiring ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah.

Pada penutupan perdagangan Rabu (23/9/2026), harga minyak dunia jenis Brent melonjak 3,9% di level US$103,08 per barel. Sedangkan harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,8% menjadi US$92,16 per barel.

Hal itu, memicu kenaikan indeks dolar AS ke level 101,2, dan mendorong arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan negara berkembang (emerging market) termasauk Indonesia.

Pada awal perdagangan hari ini, harga minyak dunia jenis Brent turun 0,9% menjadi US$102,13 per barel. Sementara minyak mentah WTI AS  melemah 0,7% menjadi US$91,56 per barel, setelah Iran memberi sinyal akan membuka Selat Hormuz jika syarat mereka dipenuhi AS.

Selain mencermati kelanjutan perundingan damai konflik Timur Tengah antara AS dan Iran, pelaku pasar juga menyoroti kunjungan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, ke AS, yang merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya lebih dari satu dekade terakhir.

Pelaku pasar cenderung bersikap wait and see (menunggu) hasil pertemuan Presiden Tiongkok,  Xi Jinping, dan Presiden AS, Donald Trump, terutama terkait isu perang dagang antarkedua negara adikuasa tersebut.

Sementara dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menahan suku bunga acuan atau BI-Rate di kisaran 5,75% tidak terlalu berdampak, karena sudah diantisipasi pelaku pasar sebelumnya.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih tertekan hingga akhir perdagangan, dengan bergerak di kisaran level support 6.280 hingga level resistance 6.380. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Polda Metro Jaya Kerahkan 26.386 Personel Amankan 73 Aksi di Jakarta Hari Ini

BRIEF.ID - Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 26.386 personel...

MK Periksa Sengketa Pilpres 2024, KPU Persoalkan Legal Standing hingga Syarat Pendidikan Gibran

BRIEF.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) kembali memeriksa perkara Perselisihan...

Prabowo Dorong Pendidikan Gratis dari TK hingga PTN, Pemerintah Masih Hitung Kebutuhan Anggaran

BRIED.ID - Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen memperluas...

BNPB Serahkan 7 Huntara untuk Korban Gempa Manggarai Timur, Klaim Tahan Gempa

BRIEF.ID - BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa...