BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat hingga menyentuh level psikologis 7.200 pada perdagangan hari ini, Rabu (1/4/2026).
Penguatan IHSG ditopang lonjakan harga saham-saham unggulan, terutama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang ramai diborong investor.
Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG mencatat kenaikan sebesar 1,43% atau 101,03 poin ke level 7.149. Hingga pukul 13:30 waktu JATS, IHSG terpantau masih menguat di level 7.157.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG terus bergerak di zona hijau, dan sempat menyentuh level tertinggi di 7.207, dan level terendah 7.136. Meski demikian penguatan IHSG terkikis ke level 7.150 saat memasuki sesi II perdagangan hari ini.
Data perdagangan BEI hingga pukul 13:30 waktu JATS menunjukkan sebanyak 492 saham naik harga, 196 saham turun harga, dan 128 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan terpantau mencapai 17,750 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.179.141 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp8,962 triliun.
Kenaikan IHSG terutama dipicu oleh lonjakan harga sama-saham potensial, terutama di sektor keuangan dan pertambangan. Di sektor keuangan, saham BBRI, BBCA, aktif diborong dengan kenaikan antara 2% sampai 3%.
Sedangkan saham-saham sektor pertambangan yang ramai diborong, antara lain PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
Saham INCO menguat 7,01% atau Rp375 menjadi Rp5.725 per lembar, AMMN melonjak 4,17% atau Rp205 menjadi Rp5.125 per lembar, dan EMAS naik 2,44% atau Rp200 menjadi Rp8.400.
Kekhawatiran tentang krisis energi akibat terganggunya pasokan minyak dunia dari kawasan Timur Tengah, membuat harga saham-saham sektor pertambangan, terutama batubara melonjak.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi berada di zona hijau, dan bergerak di level support 7.000 hingga level resistance 7.200. (jea)


