BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah terbatas imbas konflik Israel-Lebanon, yang dikhawatirkan mengganggu kesepakatan gencatan senjara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, Kamis (9/4/2026), IHSG dibuka melemah 0m56% atau 40,75 poin ke level 7.238. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,69% atau 5,05 poin ke posisi 728,57.
Hingga akhir sesi I perdagangan pada pukul 12:00 wakty JATS, IHSG terpantau bergerak fluktuatif, bahkan sempat menyentuh zona hijau, sebelum ditutup melemah 0,15% atau 11,17 poin di level 7.268.
Sepanjang 3 jam perdagangan saham berlangsung, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.290, dan level terendah di 7.191.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 360 saham turun harga, 275 saham naik harga, dan 173 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 16,636 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.334.481 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp8,945 triliun.
IHSG mengalami tekanan di awal perdagangan, seiring konflik Israel-Lebanon yang memanas, dan mengancam kelanjutan gencatan senjata selama 2 minggu, yang telah disepakati AS dan Iran.
Pemerintah Israel menyatakan tidak akan tinggal diam atas gangguan dari Lebanon, dan akan membalas serangan dalam bentuk apapun, karena tidak termasuk dalam perjanjian gencatan senjata AS dan Iran.
Meski demikian, Iran menilai serangan Israel terhadap Lebanon sebagai pelanggarn gencatan senjata, sehingga menghentikan sementara pelayaran kapal tanker di Selat Hormuz.
Hal tersebut, membuat investor khawatir dengan keberlanjutan kesepakatan gencatan senjata, sehingga bersikap hati-hati terhadap aset
di pasar keuangan.
Seiring berjalannya perdagangan, tekanan terhadap IHSG berkurang seiring sentimen positif penurunan harga minyak dunia, pelemahan indeks dolar AS, dan menguatnya bursa saham Wall Street dan regional Asia.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif, namun berpotensi menguat terbatas di kisaran level support 7.250, dan level resistance 7.300. (jea)


