BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup bertaham di level 8.000 pasa sesi I perdagangan hari ini, Selasa (3/3/2026), dipicu saham-saham batubara yang harganya melambung.
Hingga sesi I perdagangan saham berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau berada di level 8.001. Sebelumnya, di awal sesi I perdagangan saham, IHSG dibuka menguat 0,54% atau 43,03 poin ke level 8.059.
Selama 3 jam perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dan sempat terperosok ke zona merah dengan menyentuh level terendah di 7.971, dan level tertinggi di 8.098.
Penguatan IHSG berlanjut di sesi II perdagangan saham, dengan berada di level 8.019. Terpantau sebanyak 374 saham naik harga, 307 saham turun harga, dan 132 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan terpantau mencapai 27,935 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.819.727 kali, dan nilai transaksi Rp18,224 triliun.
Penguatan IHSG terjadi seiring aksi borong saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan saham sektor pertambangan terutama batubara.
Saham BUMN yang terpantau melesat antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), yang naik 0,87% atau Rp30 menjadi Rp3.480 per lembar. Selanjutnya saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga melonjak 0,99% atau Rp50 menjadi Rp5.125 per lembar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 0,93% atau Rp40 menjadi Rp4.340 per lembar.
Kenaikan juga terjadi pada saham BUMN batubara, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), yang harganya melesat 6,91% atau Rp190 menjadi R2.940 per lembar. Saham perusahaan batubata lainnya yang melonjak adalah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dengan kenaikan 4,15% atau Rp100 menjadi Rp2.510 per lembar.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas di kisaran level support 8.000 hingga level resistance 8.100. (jea)


