BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/1/2026) diperkirakan akan melanjutkan penguatan.
Laporan Phintraco Sekuritas yang dirilis Selasa (6/1/2026) menyebutkan bahwa IHSG akan menguji level 8.900. Saham-saham yang diunggulkan, di antaranya EXCL, TLKM, ASII, TINS, dan DOID.
“Secara teknikal, indikator MACD membentuk Golden Cross seiring dengan penguatan Stochastic RSI di area pivot. Hal ini juga ditopang oleh kenaikan volume beli sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menguji level 8.900, sebelum menuju level psikologis 9.000,” demikian disebutkan dalam laporan itu.
IHSG ditutup menguat di level 8.859,19 atau naik 1,27% pada perdagangan Senin (5/1/2026), yang merupakan level tertinggi baru.
Sektor basic material membukukan kenaikan terbesar, seiring dengan kenaikan mayoritas harga komoditas logam. Serangan AS terhadap Venezuela tidak terlalu direspon negatif oleh pasar, namun mendorong kenaikan harga mayoritas komoditas logam.
Sementara itu, saham-saham sektor asuransi menguat di tengah sentimen batas pemenuhan ketentuan modal minimum perusahaan asuransi Tahap I yang akan mulai diberlakukan 31 Desember 2026, sesuai POJK Nomor 23 tahun 2023.
Mayoritas indeks di bursa Asia ditutup menguat, pada perdagangan Senin (5/1/2026). Namun Rupiah ditutup melemah pada level Rp 16.740 per dolar AS di pasar spot, pada Senin (5/1/2026), seiring dengan mayoritas mata uang di Asia yang cenderung melemah.
Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) telah merilis data inflasi dan neraca perdagangan, pada Senin (5/1/2026). Inflasi Indonesia tercatat sebesar 2,92% YoY di Desember 2025, naik dari 2,72% YoY di November 2025. Laju inflasi pada Desember 2025 ini merupakan level tertinggi sejak April 2024, namun masih dalam kisaran target BI di 1,5%-3,5%.
Surplus neraca perdagangan bulan November 2025 berkurang menjadi US$ 2,66 miliar dari US$ 4,34 miliar di November 2024, karena turunnya ekspor sebesar 6,6% YoY dan impor naik 0,46% YoY. (nov)


