BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatan pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/4/2026). Pada penutupan perdagangan Jumat (10/4/2026), IHSG ditutup menguat 150,91 poin atau 2,07% di level 7.458,50.
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak pada resistance 7.600, pivot 7.500, dan support 7.300. Adapun saham-saham yang diunggulkan adalah BBCA, BBRI, MYOR, ISAT, EXCL, dan BRIS. Disebutkan, investor saat ini mengincar saham-saham yang berpeluang membagikan dividen dalam jumlah cukup tinggi.
“Investor diperkirakan akan mencermati saham-saham yang berpeluang membagikan dividen dengan imbal hasil (yield) relatif tinggi. Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 7.500-7.600,” demikian disebutkan dalam riset itu.
Sementara itu, indeks di Wall Street ditutup mixed pada perdagangan Jumat (10/4/2026). Di sisi lain, indeks mengalami penguatan secara mingguan dan mencetak kinerja terbaik sejak November 2025.
Penguatan sepanjang pekan lalu tersebut dipicu oleh koreksinya harga minyak mentah karena harapan akan berakhirnya konflik antara AS-Iran. Meskipun data inflasi CPI meningkat pada level tertinggi sejak Mei 2024 di level 3,3% YoY di Maret 2026, masih sesuai estimasi.
Indeks Michigan Consumer Sentiment turun 11% ke level 47,6 di April 2026, yang merupakan rekor terendah akibat kekhawatiran kenaikan harga energi sebagai dampak perang Iran.
Perkembangan dari gencatan senjata AS-Iran masih akan menjadi fokus perhatian utama bagi pasar global. Namun negosiasi antara AS-Iran di Islamabad selama akhir pekan lalu, tidak mencapai kesepakatan, sehingga membahayakan gencatan senjata selama dua pekan yang rentan.
Menurut delegasi AS, Iran tidak menerima persyaratan untuk berkomitmen tidak akan mengupayakan senjata nuklir. Sedangkan laporan media Iran menyebutkan adanya beberapa perbedaan yang menjadi penyebab kegagalan tercapainya kesepakatan, termasuk penarikan material nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sementara itu, perundingan berlangsung, beberapa kapal tanker yang mengangkut minyak mentah mulai melintasi Selat Hormuz, pada Sabtu (11/4/2026). Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan memblokade Selat Hormuz dan mencegat kapal apa pun yang membayar biaya penyeberangan ke Iran, pada Minggu (12/4/2026).
Di dalam negeri, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan akan melakukan delisting terhadap 18 emiten yang berlaku efektif 10 November 2026. Sebelum delisting, emiten tersebut wajib melakukan buyback pada 11 Mei hingga 9 November 2026. (nov)


