IHSG Bertahan di Zona Hijau Meski Masih Dihantui Konflik Geopolitik Timur Tengah

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bertahan di zona hijau pada sesi I perdagangan hari ini, Kamis (12/3/2026), meski masih dihantui konflik geoplitik Timur Tengah.

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 0,13% atau 9,45 poin ke level 7.398. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,17% atau  1,34 poin ke posisi 753,58.

Sepanjang sesi I perdagangan yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau bergerak fluktuatif, dan akhirnya ditutup menguat 0,53% atau 39,377 poin ke level 7.428.

Data perdagangan BEI menunjukkan selama tiga jam perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.434, dan level terendah di 7.323.
Sebanyak 272 saham naik harga, 376 saham turun harga, dan 164 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 14,661 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 921.130 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp6,393 triliun. 

Saham-saham unggulan menjadi penopang IHSG bertahan di zona hijau, antara lain saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Saham BBCA terpantau menguat 2,93% atau Rp200 menjadi Rp7.025 per lembar, TLKM melesat 1,33% atau Rp40 menjadi Rp3.040 per lembar, dan ASII naik 0,84% atau Rp50 menjadi Rp6.000 per lembar.

Pergerakan IHSG masih dihantui perkembangan konflik geopolitik Timur Tengah, yang telah memicu kenaikan harga minyak dan mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Sentimen positif datang dari Badan Energi Internasional (IEA), yang mengumumkan akan menyediakan 400 juta barel minyak ke pasar, yang merupakan pelepasan cadangan darurat terbesar yang pernah ada untuk mengatasi dampak ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Pasokan minyak tersebut melampaui 182 juta barel minyak yang disediakan oleh negara–negara anggota IEA setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Hal ini diyakini dapat mengendalikan lonjakan harga minyak dunia, namun di sisi lain justru membuat indeks dolar AS makin menguat hingga nyaris menyentuh level 100. Pada perdagangan sesi pagi ini, indeks dolar AS menguat 0,22% ke level 99,49.

Penguatan dolar AS dipicu aksi investor yang melakukan aksi risk-off dengan menarik modal dari pasar keuangan emerging market untuk berburu dolar AS.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi menguat terbatas dan bergerak fluktuatif di kisaran level support 7.350, dan level resistance 7.500. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jadi Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi Berkomitmen Pulihkan Kepercayaan Publik

BRIEF.ID - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK),...

Sempat Dibuka Menguat, Rupiah Berbalik Melemah ke Level Rp16.900

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah ang sempat dibuka...

Dua Kapal Tanker Masih Tertahan di Teluk Arab, Pertamina Pastikan Tak Ganggu Pasokan Energi Nasional

BRIEF.ID - PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua...

Dipicu Konflik Timur Tengah, Indeks Wall Street Mixed

BRIEF.ID – Indeks di Wall Street ditutup mixed cenderung...