BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak konsolidatif pada perdagangan hari ini, Selasa (13/1/2026), dengan saham-saham komoditas masih ramai diburu investor.
Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,52% atau 46,51 poin ke level 8.931. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,60% atau 5,21 poin ke posisi 871,76.
Hingga pukul 10:20 Waktu JATS, IHSG terpantau masih bergerak di zona hijau dan berada di level 8.947. Selama 1 jam 20 menit perdagangan saham, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.953, dan level terendah di 8904.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 415 saham naikharga, 220 saham turun harga, dan 155 saham tidak mengalami penurunan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 22,869 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.453.994 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp11,155 triliun.
Pergerakan IHSG hari ini masih dipengaruhi sentimen luar negeri, dan dalam negeri. Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS).
Selain itu, perkembangan terbaru terkait kondisi keamanan di Venezuela dan sweeping yang dilakukan kelompok milisi bersenjata bagi warga AS, juga membuat ketegangan geopolitik antara AS-Venezuela semakin meningkat.
Hal itu, membuat pelaku pasar cenderung mengalihkan investasi ke logam mulia, namun juga dimanfaatkan investor untuk memburu saham-saham komoditas dan energi.
Saham-saham komoditas dan energi di BEI terpantau menguat, antara lain saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), yang harganya melonjak 5,08% atau Rp325 menjadi Rp6.725 per saham.
Untuk perdagangan hari ini, investor diminta mewaspadai potensi profit taking (cari untung). IHSG diprediksi bergerak konsolidatif di kisaran level support 8.930 hingga level resistance 8.960. (jea)


