IHSG Ambruk Imbas Aksi Profit Taking dan Capital Outflow

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk imbas aksi ambil untung (profit taking), dan melonjaknya arus modal keluar atau capital outflow.

Pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026), IHSG dibuka melemah 0,44% atau 40,27 poin ke posisi 9.094. Sedangikan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,95% atau 8,44 poin ke posisi 875,94.

Hingga pukul 10:45 waktu JATS, IHSG terpantau masih bergerak di zona merah dan berada di level 9.011. Sepanjang 1 jam 45 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 9.105, dan level terendah di 9.001.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 590 saham turun harga, 126 saham naik harga, dan 82 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Adapun volume transaksi mencapai 31,568 miliar lembar, dengan frekuensi transakssi sebanyak 2.064.319 kali, dan nilai transaksi sebesarRp17,072 triliun.

Pelemahan IHSG hari ini dipicu aksi profit taking dan meningkatnya capital outflow, seiring kekhawatiran investor terhadap dampak polemik Greenland antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang berpotensi meluas menjadi perang tarif.

Selain itu, kecemasan investor terhadap defisit fiskal Indonesia juga semakin meningkat, seiring minimnya minat investor terhadap lelang Surat Utang Negara (SUN), dan kemungkinan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan.

Kombinasi dari sentimen dalam dan luar negeri tersebut, membuat investor memilih melepas saham-saham potensial yang dinilai over value untuk membukukan cuan.

Investor juga memilih mengalihkan modal ke logam mulia terutama emas, yang dinilai sebagai aset save haven di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

Selain itu, sentimen pelemahan rupiah juga membebani gerak IHSG, terutama pada saham-saham sektor keuangan. Pada perdagangan hari ini, rupiah dibuka stagnan di level Rp16.956 per dolar, yang juga tercatat menjadi level terendah sepanjang sejarah. 

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi melemah terbatas dan bergerak di kisaran level support 9.000 hingga level resistance 9.100. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Lanjutkan Tren Melemah Jelang Hasil RDG-BI Hari Ini

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melanjutkan tren pelemahan...

Harga Emas Antam Meroket Jadi Rp2.772.000 per Gram, Dunia Hadapi Defisit Fiskal

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

BTS Pertahankan Posisi Puncak Grup Idola

BRIEF.ID – Lembaga Riset Bisnis Korea melaporkan peringkat reputasi...

Trump Dicap “Gangster Internasional” dan Jadi Ancaman Bagi Dunia

BRIEF.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dicap...