BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhempas dari level 7.100 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (27/3/2026).
Saham-saham unggulan, terutama PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Astra International Tbk (ASII) masih tertekan, sehingga menjadi pemberat IHSG.
Pada penutupan perdagangan BEI hari ini, IHSG terkoreksi 0,94% atau 67,03 poin ke level 7.097. Sebelumnya IHSG dibuka terkoreksi 0,88% di level 7.101 pada awal perdagangan.
Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG terpantau terus bergerak di zona merah, dan sempat menyentuh level terendah di 7.070, serta level tertinggi di 7.154.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 379 saham turun harga, 274 saham naik harga, dan 167 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 19,764 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.392.911 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp11,708 triliun.
Tekanan jual terus dilancarkan investor terhadap saham di seluruh sektor. Saham-saham unggulan dengan kapitalisasi besar (big caps) dan fundamental bagus pun tak lolos dari tekanan jual.
Saham TLKM dan ASII terpantau masih tertekan karena aksi jual dalam jumlah besar. Hingga akhir perdagangan hari ini, TLKM terpangkas 3,79% atau Rp120 menjadi Rp3.050 per lembar, sedangkan ASII terkoreksi 2,00% atau Rp125 menjadi Rp6.125 per lembar.
Saham 4 bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga terpuruk ke zona merah.
Hingga perdagangan saham akhir pekan ditutup, BBCA terpantau melemah 2,55% atau Rp175 menjadi Rp6.700 per lembar, BMRI turun 1,65% atau Rp80 menjadi Rp4.760 per lembar, BBNI anjlok 2,50% atau Rp100 menjadi Rp3.900 per lembar, dan BBRI terkoreksi 2,01% atau Rp70 menjadi Rp3.420 per lembar.
Pelemahan IHSG mengikuti pergerakan bursa global yang terkoreksi seiring ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang.
Presiden AS, Donald Trump, optimistis pembicaraan dengan pihak berwenang Iran berjalan baik. Iran dikabarkan meminta gencatan senjata selama 10 hari, dan Trump berjanji tak akan menyerang fasilitas energi negara itu.
Sebaliknya, otoritas Iran menyatakan masih mempertimbangkan ajakan negosiasi AS untuk mengakhiri perang, namun tidak pernah meminta gencatan senjata.
Hal itu, menimbulkan ketidakpastian terkait penyelesaian konflik Timur Tengah, sehingga harga minyak dunia kembali melonjak, diikuti dengan penguatan dolar AS, yang kemudian menekan harga saham dan obligasi. (jea)


