Hong Kong Berambisi Jadi Pusat Penyimpanan dan Perdagangan Emas Internasional

BRIEF.ID – Otoritas Hong Kong berambisi menjadi pusat penyimpanan dan perdagangan emas internasional. Dalam 3 tahun ke depan, kapasitas penyimpanan emas di daerah administratif Khusus Tiongkok itu, bakal diperluas menjadi lebih dari 2.000 metrik ton.

Ambisi Hong Kong tersebut, diumumkan Wakil Menteri Keuangan dan Perbendaharaan Hong Kong, Joseph Chan Ho-lim, pada sesi pertama perdagangan emas hari ini.

Menurut dia, keinginan Hong Kong menjadi Pusat Penyimpanan dan Perdagangan Emas Internasional untuk mendukung ambisi Tiongkok dalam memperluas, dan memperkuat pengaruhnya di pasar emas global.

“Kami berencana menjadikan Hong Kong sebagai pusat penyimpanan dan perdagangan emas internasional. Kami akan memperluas pangsa pasar dan pengaruh Tiongkok terhadap pasar emas internasional,” kata Joseph, seperti dikutip dari Kitco News, Rabu (25/2/2026).

Saat ini, lanjutnya, Hong Kong sedang memperluas kapasitas penyimpanan emas, yang ditargetkan mencapai lebih dari 2.000 metrik ton selama tiga tahun ke depan.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan insentif kepada pedagang emas untuk membangun atau memperbesar fasilitas pemurnian di Hong Kong, serta memperkuat kerja sama lintas batas dengan otoritas Tiongkok di sektor emas.

“Salah satu pilar utama inisiatif ini ditandai dengan peluncuran sistem kliring emas yang sepenuhnya dimiliki negara, yang dijadwalkan akan memulai uji coba operasional akhir tahun ini,” ungkap Joseph.

Dia menjelaskan, platform ini dirancang untuk menyediakan layanan kliring dan penyelesaian yang diperlukan untuk memposisikan Hong Kong sebagai pusat perdagangan emas batangan alternatif yang kredibel dibandingkan negara-negara Barat, salah satunya Inggris.

Untuk itu, Otoritas Hong Kong akan melakukan penyelarasan lebih erat antara Pasar Emas Hong Kong dengan Bursa Emas Shanghai (Shanghai Gold Exchange). Penyelasaran tersebut, akan memperdalam integrasi keuangan antara Tiongkok dan Daerah Administratif Khusus.

Selain itu, Otoritas Hong Kong juga telah menandatangani nota kerja sama dengan Biro Regulasi Keuangan Kota Shenzhen untuk mendukung para pedagang emas lokal.

“Penyelarasan dan kerja sama ini bertujuan memperluas pangsa pasar dan pengaruh Tiongkok dalam penetapan harga emas internasional, yang secara historis dikendalikan oleh pusat-pusat keuangan Barat,” ujar Joseph.

Kepala eksekutif Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), John Lee, mennyataan saat ini Hong Kong sudah termasuk di antara pasar impor dan ekspor emas terbesar di dunia berdasarkan volume.

Menurutnya, Hong Kong potensial menjadi pusat penyimpanan dan perdagangan emas, karena keamanan dan stabilitas di tengah kondisi geopolitik yang kompleks. Hal ini, menjadi daya tarik bagi investor untuk penyimpanan emas.

“Ini akan mendorong perkembangan rantai industri terkait, mulai dari transaksi investasi, derivatif, asuransi, penyimpanan, hingga perdagangan dan layanan logistik,” tutur John. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pandangan Beragam Analis Soal Prospek Gas Alam AS

BRIEF.ID –  Kalangan  analis di bursa Wall Street memiliki...

Menghilang dari Publik, Misteri Selubungi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

BRIEF.ID – Misteri masih menyelubungi keberadaan maupun kondisi kesehatan...

Stefano Gabbana Mundur Sebagai Pemimpin Rumah Mode Dolce & Gabbana

BRIEF.ID – Perancang busana sekaligus pendiri rumah mode mewah...

Paus Leo XIV Serukan Penghentian Perencanaan Senjata dan Kematian

BRIEF.ID – Pemimpin umat katolik Paus Leo XIV menyerukan...