BRIEF.ID – Perdagangan futures kedelai Chicago Board of Trade (CBOT) ditutup lebih tinggi, pada Rabu (10/6/2026). Kenaikan ini mengakhiri tren penurunan delapan sesi berturut-turut setelah para trader menyesuaikan posisi sebelum Departemen Pertanian Amerika Serikat (AS) merilis perkiraan produksi tanaman bulanan pada Kamis (11/6/2026).
Harga kedelai untuk Juli ditutup naik 9-1/4 sen atau 0,8%, di level US$ 11,23 per bushel. Kontrak itu sebelumnya turun ke US$ 11,10-1/4 pada Selasa (9/6/2026), mencatat level terendahnya sejak 04/02.
Kedelai November ditutup naik 6-1/2 sen, atau 0,6%, di US$ 11,38-1/2 per bushel.
Soymeal Juli berakhir naik 80 sen atau 0,3%, di US$ 301,90 per short ton. Soyoil Juli naik 0,42 sen atau 0,6%, dan ditutup di 75,33 sen per pon.
Kedelai dan soyoil mendapat dukungan tambahan dari futures minyak mentah, yang meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan menyerang Iran “dengan sangat keras” jika tidak ada kesepakatan damai yang tercapai. Pasar biji-bijian berminyak terkadang bergerak seiring dengan minyak mentah karena meningkatnya penggunaan bahan bakar biodiesel.
Para analis yang disurvei Reuters memperkirakan USDA akan menaikkan estimasi panen kedelai di Brasil dan Argentina dalam laporan penawaran dan permintaan yang akan dirilis pada hari Kamis.
Hujan lebat yang meluas di wilayah Midwest pekan ini serta suhu yang lebih dingin setelah gelombang panas yang diperkirakan terjadi di akhir pekan diprediksi akan menguntungkan perkecambahan tanaman dan pertumbuhan awal, sehingga membatasi kenaikan harga. (Investing.com/nov)


