BRIEF.ID – Harga emas dunia di pasar spot melonjak 1% pada perdagangan Asia siang ini, Rabu (25/2/2026). Lonjakan tersebut dipicu sentimen dari Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).
Pada pukul 13:00 WIB, harga emas dunia di pasar spot terpantau berada di level US$5.198 per troy ounce. Sejalan dengan itu, harga emas dunia untuk kontrak pengiriman April 2026 juga naik 0,8% menjadi US$5.217,3 per troy ounce.
Lonjakan harga emas dunia pada perdagangan hari ini dipicu sentimen dari Tiongkok, seiring kembali aktifnya investor memburu logam mulia seusai libur Tahun Baru Imlek 2026.
Selain itu, aksi borong emas juga dilakukan investor merespons keputusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat, yang membatalkan sejumlah besar poin kebijakan tarif, yang dikeluarkan Presiden AS, Donald Trump.
Seiring dengan putusan tersebut, AS kembali memberlakukan tarif impor global sebesar 10%, yang berlaku sebelum Trump mengeluarkan kebijakan tarif resiprokal pada 2 April 2025.
Adapun tarif impor sebesar 10% diberlakukan AS mulai Selasa (24/2/2026). Meski demikian, Gedung Putih menyatakan sedang berupaya menaikkannya menjadi 15%.
Hal ini menimbulkan ketidakpastian kebijakan tarif impor di AS, sehingga investor memilih mengamankan modal dengan memborong logam mulia, terutama emas dan perak.
“Kembali aktifnya pasar keuangan Tiongkok seusai Libur Hari Raya Imlek, dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan tarif AS mempertahankan daya tarik emas, bahkan perak ikut terkena imbasnya,” kata analis pasar keuangan, Kyle Rodda, seperti dikutip Capital.com.
Pada perdagangan hari ini, harga perak di pasar spot terpantau mengalami lonjakan hingga 3% menjadi US$89,92 per troy ounce, merupakan harga tertinggi dalam tiga minggu terakhir. (jea)


