BRIEF.ID – Harga emas dunia melambung lebih dari 2% pada perdagangan di kawasan Asia hari ini, Senin (2/3/2026), Dipicu meluasnya konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Serangan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, diyakini akan memperpanjang konflik geopolitik di Timur Tengah, dan berdampak luas bagi perekonomian global.
Serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS di sejumlah negara yang menjadi sekutu AS di Timur Tengah, menjadi sinyal bahwa konflik belum akan mereda bahkan berpotensi meluas ke kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Pada sesi pagi perdagangan pasar spot Asia, harga emas dunia terpantau melambung 2,1% menjadi US$5.387,55 per troy ounce. Kontrak berjangka emas AS juga naik 2,8% menjadi $5.394,91 per troy ounce.
Investor memborong logam mulia, dan melakukan risk-off dengan menarik modal dari pasar keuangan untuk mengamankan aset di tengah eskalasi konflik yang belum pernah terjadi sebelumnya di Timur Tengah.
Harga sagham dan valuta asing (valas) merosot, sementara harga minyak dunia dan emas dunia melonjak signifikan, seiring penutupan Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.
Perkembangan terbaru konflik geopolitik di Timur Tengah membuat harga emas dunia sebagai aset safe havel (paling aman) diperkirakan bakal menembus level US$5.400 per troy ounce hingga US$5.500 per troy ounce pada pekan ini.
Konflik geopolitik AS-Israel dengan Iran yang diprediksi akan berkepanjangan dan meluas memberi sinyal fundamental yang kuat untuk lonjakan harga emas dunia, seiring permintaan ritel dan bank sentral yang meningkat.
Sepanjang Tahun 2026, harga emas telah naik hampir 25%, didorong oleh risiko geopolitik, pembelian bank sentral, dan taruhan pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve. (jea)


