BRIEF.ID – Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve, Jerome Powell, mengaku mendapat surat panggilan dari Departemen Kehakiman dan diancam dakwaan pidana.
Pernyataan itu, disampaikan Jerome Powell dalam pernyataan resmi yang disiarkan pada Minggu (11/1/2026) sore waktu setempat, atau Senin (12/1/2025) WIB.
Powell menyampaikan, Departemen Kehakiman telah mengirimkan surat panggilan kepada The Fed pada Jumat (9/1/2026), dan mengancamnya dengan dakwaan pidana atas kesaksiannya tentang renovasi gedung The Fed.
Dia menjelaskan, surat panggilan tersebut terkait dengan kesaksiannya di hadapan Komite Perbankan Senat pada bulan Juni 2025, mengenai renovasi dua gedung perkantoran senilai US$2,5 miliar oleh The Fed.
Proyek renovasi Gedung The Fed merupakan proyek yang berulangkali mendapat kritik dari Presiden AS, Donald Trump, dan dianggap terlalu berlebihan.
Dalam rekaman video pernyataannya, Powell mengatakan ancaman tuntutan pidana adalah “dalih” untuk melemahkan independensi Fed dalam menetapkan suku bunga.
“Ini tentang apakah Fed akan mampu terus menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi—atau apakah kebijakan moneter akan diarahkan oleh tekanan politik atau intimidasi,” kata Powell, seperti dikutip BBC, Senin (12/1/2026).
Departemen Kehakiman dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu mengatakan tidak dapat berkomentar tentang kasus tertentu, tetapi menambahkan bahwa Jaksa Agung Pam Bondi “telah menginstruksikan Jaksa AS-nya untuk memprioritaskan penyelidikan terhadap penyalahgunaan uang pajak.”
Kabar mengenai dakwaan terhadap Jerome Powell telah menimbulkan kekhawatiran publik, dan disoroti anggota senat. Seorang senator Partai Republik, menyatakan akan menentang setiap calon Gubernur The Fed di masa depan, termasuk pengganti Powell, sampai masalah hukum ini sepenuhnya diselesaikan.
“Jika masih ada keraguan apakah para penasihat di dalam Pemerintahan Trump secara aktif mendorong untuk mengakhiri independensi Federal Reserve, sekarang seharusnya tidak ada lagi,” kata Senator Carolina Utara Thom Tillis, yang duduk di Komite Perbankan.
Dia justru mempertanyakan independensi Departemen Kehakiman terkait dengan surat panggilan dan dakwaan pidana, yang ditujukan kepada Jerome Powell.
“Sekarang yang justru patut dipertanyakan adalah independensi dan kredibilitas Departemen Kehakiman,” ujar Thim Tillis. (jea)


