BRIEF.ID – Gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang wilayah barat Jepang, pada Selasa (6/1/2026), dan disertai serangkaian gempa susulan.
Badan Meteorologi Jepang, menyatakan pusat gempa pertama terjadi pukul 10:18 pagi waktu setempat, di Prefektur Shimane, namun tidak berpotensi trsunami. Gempa susulan terjadi, termasuk gempa berkekuatan Magnitudo 5.4 pada pukul 10:37 pagi waktu setempat.
Guncangan gempa yang cukup besar membuat warga khawatir, pasalnya
Chugoku Electric Power mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Shimane, yang berjarak sekitar 32 km dari pusat gempa.
Otoritas Regulasi Nuklir Jepang menyampaikan tidak ada gangguan atau kerusakan di PLTN Shimane. Seorang juru bicara mengatakan perusahaan listrik tersebut sedang memeriksa dampak dari gempa tersebut.
Disebutkan, pemeriksaan terutama dilakukan pada unit Nomor 2 di PLTN Shimane, yang telah beroperasi sejak Desember 2024 setelah dimatikan menyusul bencana Maret 2011 di Fukushima.
Meski demikian, West Japan Railway mengumumkan penangguhan operasional kereta cepat antara Shin-Osaka dan Hakata setelah gempa tersebut. Layanan kereta cepat kembali dibuka sekitar pukul 13:00 waktu setempat.
Laporan mengenai gempa bumi yang mengguncang Jepang menarik perhatian warganet, seiring unggahan yang menunjukkan betapa kuatnya gempa tersebut.
Bahkan beberapa warga yang berada di perfektur lain, seperti Hyogo dan Seto Sea melaporkan turut merasakan guncangan gempa tersebut, yang juga berlangsung beberapa kali. (jea)


