BRIEF.ID – Gates Foundation (Yayasan Gates) mengumumkan pada Rabu (13/1/2026) akan menghabiskan dana sebesar US$ 9 miliar pada tahun 2026 dalam rangka memaksimalkan pengeluaran di bidang-bidang utama seperti layanan kesehatan global.
Pada saat yang sama, Gates Foundation akan mulai mengurangi melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) jumlah staf hingga 500 orang, pada periode lima tahun. Pengumuman ini menyusul keputusan mengejutkan yang dilakukan tahun lalu untuk menutup yayasan itu pada tahun 2045 mendatang.
Pemutusan hubungan kerja yang direncanakan itu, menandai perubahan besar lainnya bagi salah satu yayasan terbesar dan paling berpengaruh di dunia, disaat banyak prioritas jangka panjangnya, seperti mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesehatan global, telah tergerus oleh pemotongan pengeluaran pemerintah Amerika Serikat (AS) oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Bill Gates mengatakan pada tahun lalu bahwa yayasannya itu akan menghabiskan dana US$ 200 miliar selama 20 tahun ke depan dan kemudian menutupnya, sebagai bagian dari rencananya untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaannya.
Pada Minggu (11/1/2026), Gates bersama jajaran anggota dewan yayasan lainnya telah menyetujui anggaran terbesar dalam sejarah yayasan, melampaui anggaran tahun lalu yaitu sebesar US$ 8,74 miliar. Dengan dana tambahan tersebut, yayasan akan meningkatkan anggaran untuk beberapa program, termasuk kesehatan perempuan, pengembangan vaksin, pemberantasan polio, AI, dan pendidikan di AS.
Dewan juga menyetujui proposal untuk membatasi biaya operasional, termasuk staf, gaji, infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjalankan organisasi, fasilitas, dan biaya perjalanan. tidak lebih dari $1,25 miliar, atau sekitar 14% dari anggaran yayasan. Untuk mencapai tujuannya, pemberi hibah akan memangkas hingga 500 dari 2.375 posisi stafnya pada tahun 2030 mendatang, termasuk beberapa posisi yang mungkin tetap kosong.
Upaya mengurangi jumlah staf beserta pengeluaran lainnya akan dilakukan secara bertahap dan ditinjau setiap tahunnya, bukan secara serentak, kata CEO yayasan, Mark Suzman, kepada Chronicle of Philanthropy dalam sebuah wawancara.
“Kami akan melakukan ini dengan bijaksana, hati-hati, dan sistematis. Kami akan melakukan kalibrasi ulang setiap tahun. Target 500 orang itu adalah target maksimum. Saya sangat berharap kita tidak perlu melakukannya dengan jumlah sebanyak itu,” kata dia. (Associated Press/nov)


