Ganjar Pranowo: New Economy Buka Pasar dan Kesempatan Baru

BRIEF.ID – Bakal calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo menekankan optimalisasi ekonomi hijau, biru hingga digital sebagai ekonomi baru untuk membuka pasar dan kesempatan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi mewujudkan Indonesia unggul.

New economy untuk membuka market dan kesempatan baru, ada green, blue dan digital economy,” kata Ganjar dalam Sarasehan 100 Ekonom 2023 di Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Ganjar menuturkan 77% wilayah Indonesia berupa laut dan perairan, namun sektor maritim hanya berkontribusi 7,6% dari Produk Domestik Bruto pada 2021.

Menurut dia, masih banyak potensi sektor maritim yang perlu dikembangkan dan dioptimalkan untuk meningkatkan kontribusinya kepada perekonomian nasional. Dalam hal ini, diperlukan hasil-hasil riset baik dari universitas dan pelaku usaha. Potensi perikanan berkelanjutan dan kredit karbon juga harus dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kemajuan ekonomi bangsa.

Di sisi lain, mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengatakan pengembangan ekonomi hijau dilakukan antara lain dengan transisi hijau menuju energi baru dan terbarukan untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Ganjar menuturkan dibutuhkan investasi transisi energi nasional hingga 2030 sebanyak Rp 1.300 triliun, dan angka tersebut dapat ditawarkan kepada para investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk mengambil potensi investasi.

“Kalau kemudian kita investasi ke EBT ini sangat mahal sekali, maka kemudian saya tawarkan ke investor-investor dunia dan dalam negeri,” ujarnya.

Di samping itu, pengembangan ekonomi digital perlu didukung dengan infrastruktur digital yang memadai sebagai bagian dari upaya meningkatkan ekonomi dan keuangan digital termasuk untuk mendukung transaksi perdagangan dalam jaringan (e-commerce). Namun, keamanan data di era digitalisasi juga harus dapat dijamin.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pimpinan OJK dan BEI Mundur Berjemaah, Sinyal Adanya Persoalan Sistemik

BRIEF.ID – Pengunduran diri pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK)...

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara Mundur

BRIEF.ID - Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan...

Volatilitas Reda, Saatnya Mereformasi Pasar Modal  

BRIEF.ID – Volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di...

Regulator dan Operator Bursa Mundur Berjemaah, Alarm Tata Kelola  Kepercayaan Publik

BRIEF.ID - Tanggal 30 Januari 2026 menjadi momentum tidak...