Film Doraemon Berhenti Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun, Begini Reaksi Netizen

BRIEF.ID – Film animasi Doraemon berhenti tayang di stasiun televisi RCTI, setelah 35 tahun. Kabar tersebut memicu beragam reaksi dari netizen.

Kisah robot kucing yang memiliki baling-baling bambu dan kantong ajaib, yang selalu membantu Nobita dan kawan-kawannya itu, terakhir ditayangkan di RCTI pada 29 Desember 2025.

Kabar mengenai berhentinya penayangan film animasi Doraemon diunggah akun komunitas @IndoPipBase di platform media sosial X (Twitter) dan langsung menjadi perbincangan hangat netizen.

Unggahan tersebut viral dan memicu rasa kehilangan mendalam netizen dari lintas generasi, yang memiliki kenangan masa kecil bersama Doraemon, Nobita, Gian, Suneo, dan Shizuka.

Netizen pun berkomentar bahwa dalam beberapa tahun terakhir, jam tayang film animasi Doraemnon sudah dikurangi. Awalnya penayangan film animasi Doraemon berdurasi 1,5 jam, lalu dipangkas menjadi 1 jam, dan belakangan hanya tersisa 30 menit sebelum benar-benar hilang dari jadwal siaran.

Melansir laman Pandemic Talks maupun aplikasi RCTI+, dalam jadwal resmi periode 29 Desember 2025 hingga 4 januari 2026, Doraemon sudah tidak tercantum dalam program RCTI.

Hingga kini, pihak RCTI belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan penghentian serial karya Fujiko F. Fujio tersebut. Banyak yang  menduga hal ini terjadi lantaran habisnya masa kontrak hak siar dengan pemegang lisensi di Jepang.

Ikatan Kuat

Secara historis, Doraemon memiliki ikatan kuat dengan industri televisi Indonesia. Awalnya, kisah robot kucing berwarna biru itu tayang di stasiun televisi milik pemerintah, TVRI, pada Tahun 1979-1989.

Selanjutnya lisensi film animasi Doraemon beralih ke RCTI dan ditayangkan perdana pada 9 Desember 1990. Sejak saat itu, serial Doraemon menjadi ikon RCTI dan selalu menemani minggu pagi keluarga Indonesia.

Itu sebabnya, kabar mengenai berhentinya penayangan serial Doraemon di RCTI memicu rasa penasaran netizen. Ada yang menduga RCTI melakukan perubahan strategi program sesuai hasil evaluasi rating, dan memprioritaskan acara lain yang lebih relevan dengan audiens saat ini.

Alasan lainnya, faktor pergeseran pola konsumsi anak-anak yang kini lebih memilih menonton konten animasi melalui platform digital atau streaming ketimbang televisi konvensional.

Namun sebagian besar netizen menduga masalah hak siar dan lisensi yang menjadi penyebab utama berhentinya penayangan Doraemon di RCTI. Indikasi ini terlihat dari beberapa film layar lebar Doraemon yang belakangan justru ditayangkan oleh stasiun televisi kompetitor. 

Kabar mengenai hengkangnya serial Doraemon dari televisi Indonesia juga menjadi sorotan sejumlah influencer. Mereka membuat konten yang mengupas kenangan bersama film animasi Jepang tersebut. Ada juga yang menyampaikan terima kasih karena masa kecilnya diisi dengan kisah Doraemon bersama Nobita dan kawan-kawan. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Presiden Prabowo: Tahun 2025 Indonesia Swasembada Pangan

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian...

Investor Waspadai Potensi Aksi Profit Taking

BRIEF.ID – Kalangan investor diingatkan agar mewaspadai  terjadinya gelombang...

Diwarnai Aksi Profit Taking, Bursa Wall Street Ditutup Mixed

BRIEF.ID - Indeks di bursa Wall Street New York,...

Penguatan IHSG, CSIS Ingatkan Potensi Terjadinya Gelembung Harga

BRIEF.ID –  Peneliti Senior Departemen Ekonomi Center for Strategic...