BRIEF.ID – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama 47 menteri Kabinet Merah Putih (KMP) lainnya dilantik Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024).
Pelantikan ini adalah yang kedua kali bagi Erick, setelah pada tahun 2019 lalu, ia dipercayakan Presiden Joko Widodo memimpin Kementerian BUMN.
Usai dilantik di Istana Negara, Erick mengungkapkan sejumlah program strategis yang akan dikerjakan. Disebutkan, selain memperkuat kerja sama BUMN dan swasta, ia juga akan menarik investasi dari luar negeri serta merampingkan BUMN dari 40 menjadi 30 perusahaan.
“Kalau di BUMN, kita melihat salah satunya adalah bagaimana peran kerja sama BUMN dan swasta yang harus terus ditingkatkan. Sejalan dengan transformasi blueprint jumlah BUMN hanya 30, ya menuju ke sana,” kata Erick di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (21/10/2024).
Ia berharap semakin ramping BUMN pasar akan semakin terbuka dan terjadi keseimbangan. Ia juga memastikan keberpihakan pemerintah kepada UMKM akan terus didorong agar sector ini semakin berkembang.
“Artinya apa? Dengan market yang terbuka, keseimbangan itu terjadi, antara swasta, UMKM, dan juga investasi luar maupun dalam negeri. Ini yang kita seimbangkan. Tapi kita pastikan keberpihakan kepada UMKM harus didorong terus, karena itu jadi fondasi yang kita lihat,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti jumlah entrepreneur di Indonesia yang hanya sekitar 3,4% dari populasi penduduk. Ia menyebut, jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan negara lain, yang angkanya berkisar 5-8%.
“BUMN akan mendorong enterpreneur naik kelas, serta mendorong kerja sama dengan swasta. Kita terus membangun ekosistem, swasembada pangan dengan men-support Menteri Pertanian, karena kita ada pupuk. Mesti tepat waktu, sasaran, apalagi juga ada digitalisasi,” jelas Erick.