BRIEF.ID – Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ali Bahreini mengatakan bahwa Teheran tidak akan memblokir atau memasang ranjau di Selat Hormuz, yang menjadi lalu lintas 20% minyak dunia.
Pernyataan Bahreini bertentangan dengan pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei dalam pernyataan publik pertama dari yang mengungkapkan sebaliknya.
“Iran tidak memiliki niat untuk memblokir Selat Hormuz. Situasi apa pun yang dialami negara karena perang yang dipaksakan di wilayah Selat Hormuz. Ada perang di sekitar Selat Hormuz dan ada baku tembak,” kata Bahreini di Jenewa, Swiss, dikutip dari Euronews, Jumat (13/3/2026).
Euronews berbicara dengan Dubes Iran untuk PBB beberapa jam sebelum Teheran merilis pernyataan pertama Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang dilaporkan bersumpah untuk menjaga Selat Hormuz tetap tertutup guna menekan musuh-musuh Iran, menurut pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah.
Komentar itu relevan karena komunitas internasional menilai siapa yang mengendalikan Iran setelah pembunuhan ayahnya, almarhum Ayatollah Ali Khamenei, pada awal perang Iran.
Mojtaba Khamenei belum terlihat di depan umum sejak dimulainya perang di tengah laporan bahwa ia terluka dalam serangan awal terhadap ayahnya pada 28 Februari 2026, dengan klaim saling bertentangan yang menyatakan bahwa ia hanya terluka ringan atau lumpuh total sebagai akibatnya.
Bahreini mengatakan Teheran “terus percaya bahwa Selat Hormuz adalah Selat Perdamaian” bahkan setelah laporan intelijen mengatakan Iran berencana untuk memasang ranjau di jalur air itu, yang penting untuk transportasi energi, sebagai tanda eskalasi.
“Kami berusaha untuk mengamankannya,” kata Bahreini, seraya menambahkan bahwa koridor itu “seharusnya dan dapat digunakan oleh siapa saja selama tidak ada ancaman, selama tidak ada perang di wilayah tersebut.” (nov)


