BRIEF.ID – Indeks di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (5/2/2026).
Pelemahan indeks disebabkan oleh investor yang sedang cenderung menghindari risiko akibat ketidakpastian yang meningkat. Selain menjadi sentimen negatif pada saham sektor teknologi, juga mendorong pelemahan pada aset lain, seperti logam dan Bitcoin.
Data pasar tenaga kerja AS yang lemah juga membebani sentimen. Data dari Challenger, Gray & Christmas menunjukkan terjadi 108.435 pemutusan hubungan kerja di Amerika Serikat (AS) pada bulan Januari 2026, jumlah tertinggi sejak tahun 2009.
Angka ini juga tiga kali lipat dari 35.554 pemutusan hubungan kerja pada Desember 2025. Data klaim pengangguran mingguan juga lebih tinggi dari perkiraan yaitu 231 ribu.
Mayoritas indeks di bursa Eropa juga ditutup melemah di tengah investor mencermati laporan keuangan emiten. ECB mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah untuk pertemuan kelima berturut-turut, dengan suku bunga acuan di 2%, sesuai dengan target bank, pada Kamis (5/2/2026). BOE juga mempertahankan suku bunga tetap di level 3,75%.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun turun 8 bps ke level 4,198%, merespon indikasi melemahnya data pasar tenaga kerja AS. Harga emas melemah sekitar 2% ke level US$ 4.868 per troy ons di pasar spot, Kamis (5/2/2026). Penurunan terjadi untuk harga minyak mentah, yang turun hampir 3% dalam perdagangan yang bergejolak, setelah AS dan Iran sepakat mengadakan pembicaraan di Oman.
Rencana pertemuan yang digelar, pada Jumat (6/2/2026) meredakan kekhawatiran tentang pasokan minyak mentah Iran. (nov)


