BRIEF.ID – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada Kamis (29/1/2026), setelah tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mereda. meski demikian, IHSG terpantau masih terpuruk di zona merah, dan bergerak di level psikologis 7.000.
Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka melemah 4,30% atau 357,76 poin ke level 7.962. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,12% atau 33,48 poin ke posisi 779,05.
Hanya berselang 26 menit pasca sesi I perdagangan saham dibuka, tepatnya pada pukul 09:26 waktu JATS, BEI memberlakukan trading halt karena IHSG turun hingga mencapai 8%.
Saat trading halt diberlakukan, IHSG tercatat anjlok 9% atau 665,89 poin di level 7.654. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 terpuruk 7,66% atau 62,28 poin ke posisi 750,25.
Setelah 30 menit berselang, tepatnya pada pukul 09:56 Waktu JATS, BEI kemudian mencabut trading halt, dan perdagangan saham kembali dilanjutkan.
Hingga pukul 11:00 Waktu JATS, IHSG terpantau masih bergerak di zona merah dan berada di level 7.844. Selama 2 jam perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.049, dan level terendah di 7.481.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 744 saham turun harga, 40 saham naik harga, dan 22 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 32,916 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.945.262 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp25,406 triliun.
Tekanan terhadap IHSG masih dipengaruhi keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang membekukan indeks saham Indonesia.
MSCI menilai tingkat transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia masih belum memadai, terutama apabila penilaian hanya mengacu pada data kategorisasi pemegang saham dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Adapun pembekuan tersebut mencakup tidak menaikkan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham (Number of Shares/NOS) dalam indeks, tidak menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Index (IMI), tidak menaikkan klasifikasi saham dari Small Cap ke Standard atau segmen ukuran yang lebih tinggi.
Pengumuman MSCI tersebut direspon pelaku pasar dengan melakukan aksi jual besar-besaran sejak pembukaan sesi I perdagangan saham, sehingga IHSG anjlok lebih dari 7%.
Tekanan jual, terutama dipicu capital outflow atau arus modal keluar dari investor asing, yang aktif melepas saham-saham konglomerat, dan bluechips.
Aksi jual saham investor asing terus berlanjut pada perdagangan hari ini, sehingga IHSG sempat terkoreksi 8%. Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih tertekan di zona merah dan bergerak di kisaran level support 7.600 hingga level resistance 8.000. (jea)


