Bebas Lewati Selat Hormuz, Irak Buka Impor Minyak Mentah untuk Negara-Negara Asia

BRIEF.ID – Otoritas Irak membuka impor minyak mentah untuk negara-negara Asia, dengan jaminan telah mendapat izin Militer Iran untuk bebas melewati Selat Hormuz.

Pemberitahuan itu, disampaikan otoritas Iran dalam pernyataan resmi kepada Organisasi Negara untuk Pemasaran Minyak atau State Organization for Marketing of Oil (SOMO), pada Minggu (5/4/2026).

Dalam pernyataan kepada SOMO, Otoritas Irak menyampaikan pengiriman minyak dari negaranya sekarang dibebaskan dari pembatasan potensial apa pun dan mendapat jaminan keamanan dari Iran.

Terkait dengan itu, SOMO meminta importir untuk menyampaikan jadwal pengiriman, termasuk detail kapal dan volume yang diminta, menambahkan bahwa semua terminal pemuatan termasuk Basrah “beroperasi penuh.” Para importir diberi waktu 24 jam untuk menanggapi pengumuman tersebut.

Meski demikian, SOMO menegaskan belum jelas apakah jaminan keamanan dari Iran untuk melewati Selat Hormuz berlaku untuk semua kapal tanker yang membeli minyak dari Irak, atau hanya untuk kapal tanker berbendera Irak.

Hal itu, secara halus memperingatkan para importir agar tetap waspada, dan berhati-hati dalam membuat keputusan terkait pembelian minyak dari Irak. 

Pada akhir pekan lalu, Otoritas Iran menyatakan telah membebaskan pembatasan pengiriman minyak Iran, yang merupakan negara tetangganya, untuk melewati Selat Hormuz.

Juru bicara militer Iran tidak memberikan rincian tentang kapal tanker atau muatan mana yang akan dilindungi, tetapi kapal tanker Ocean Thunder, yang membawa satu juta barel minyak mentah Irak, telah melintasi Selat Hormuz pada Minggu (5/4/2026).

Lalu lintas kapal tanker, yang melalui jalur utama distribusi minyak dunia itu, juga terpantau meningkat dalam sepekan terakhir, dan tercatat mencapai frekuensi tertinggi pada Sabtu (4/4/2026).

Irak sering menjual minyak dengan basis free-on-board (FOB), yang berarti kilang minyak mengatur sendiri pengiriman mereka, tetapi negara itu kesulitan mengekspor minyak mentah sejak penutupan efektif Selat Hormuz pada 1 Maret 2026.

Menanggapi pengumuman Irak, sejumlah importir minyak di Asia, yang dihubungi Bloomberg, menyampaikan masih mencari kejelasan tentang persyaratan, termasuk apakah Irak akan menawarkan penggunaan kapal tankernya agar mendapat jaminan keamanan dari Iran untuk melewati Selat Hormuz.

Pengumuman Irak juga dianggap sebagai upaya meningkatkan kembali ekspor minyak Irak, yang anjlok pada Maret 2026, seiring serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Per Maret 2026, ekspor minyak Irak anjlok sekitar 97% menjadi rata-rata harian 99.000 barel dibandingkan Februari 2026. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Cuaca Buruk, 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

BRIEF.ID - Kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami cuaca buruk...

AS Perpanjang Batas Waktu Serang Fasilitas Energi Iran, IHSG Fluktuatif

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Defisit Anggaran RI Memprihatinkan, Rupiah Makin Mendekati Level Rp17.100

BRIEF.ID - Defisit anggaran Republik Indonesia (RI) yang memprihatinkan...

CEO Air India Campbell Wilson Mengundurkan Diri

BRIEF.ID – Chief Executive Officer (CEO) perusahaan penerbangan Air...