Badan Meteorologi Jepang Peringatkan Ancaman Gempa Susulan Berkekuatan 8 Magnitudo

BRIEF.ID – Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) memperingatkan ancaman gempa susulan berkekuatan 8 magnitudo, yang mungkin terjadi dalam 1 minggu ke depan.

Peringatan tersebut dikeluarkan setelah Pemerintah Jepang mencabut status siaga dan peringatan tsunami, yang dikeluarkan setelah gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo terjadi pada Senin (20/4/2026).

“Warga diminta tetap waspada, karena kemungkinan gempa bumi dahsyat berkekuatan 8,0 atau lebih besar dapat terjadi hingga 1 minggu ke depan,” demikian pernyataan Badan Meteorologi Jepang, seperti dikutip The Independent, Selasa (21/4/2026).

Jepang mengalami gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo pada Senin (20/4/2026) pukul 16.53 waktu setempat, di lepas pantai timur laut Sanriku, dengan episentrum di Samudra Pasifik yang diukur pada kedalaman sekitar 20 km.

Badan Meteorologi Jepang telah mengeluarkan peringatan tsunami, yang merupakan peringatan level 2 tertinggi, kepada seluruh warga di sepanjang pesisis pantai.

Diperkirakan gelombang tsunami dengan tinggi antara 1 meter hingga 3 meter dapat terjadi di wilayah Iwate, Aomori, hingga Hokaido. Meski demikian, gelombang tsunami tertinggi tercatat sekitar 80 cm di prefektur Iwate di pantai timur Jepang.

Pada Selasa (21/4/2026) dinihari, peringatan tsunami akhirnya dicabut, setelah pihak berwenang melaporkan tidak ada korban jiwa atau kerusakan besar. Meski demikian, sekitar 100 rumah di kawasan Iwate mengalami pemadaman listrik.

Juru Bicara Pemerintah Jepang, Minoru Kihara, menyampaikan lebih dari 170.000 orang disarankan untuk mengungsi di beberapa prefektur ketika peringatan dan peringatan dini tsunami dikeluarkan.

Meski tak ada korban jiwa, media lokal melaporkan sejumlah orang mengalami cedera ringan selama evakuasi, termasuk warga lanjut usia yang jatuh dan mengalami patah tulang.

Layanan kereta cepat juga sempat dihentikan selama beberapa jam sebelum dilanjutkan kembali pada Senin malam. Beberapa ruas jalan tol bawah tanah juga ditutup mengantisipasi dampak dari getaran gempa.

Terkait dengan peringatan gempa susulan dalam sepekan ke depan, Pemerintah Jepang meminta warga di pesisir untuk menyiapkan tas darurat dan selalu memantau peringatan yang diumumkan pemerintah terkait risiko gempa bumi dahsyat.

JMA menyampaikan potensi terjadinya gempa bumi yang lebih besar dengan magnitudo 8 atau lebih tinggi diprediksi hanya sekitar 0,1%. Meski demikian, warga pesisir diminta tetap waspada dan mengambil l langkah-langkah tanggap bencana, dan sigap menyelamatkan diri atau mengikuti evakuasi yang dilakukan pemerintah jika gempa dahsyat terjadi.

Jepang terletak di dalam “cincin gunung berapi dan palung laut”, yang sebagian mengelilingi Cekungan Pasifik, sehingga menjadi negara yang paling rawan gempa di dunia.

Sekitar 20% gempa bumi di dunia dengan magnitudo 6 atau lebih tinggi tercatat terjadi di Jepang, dengan gempa susulan tercatat setidaknya setiap lima menit.

Pada 2011, Jepang pernah mengalami gempa dahsyat, yang menyebabkan tsunami yang menerjang perfektur Tohoku dan Fukushima. Bencana tersebut menewaskan 18.000 orang, dan menyebabkan kebocoran reaktor di pembangkit nuklir Fukushima. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kemenkes Peringatkan 5 Dampak Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

BRIEF.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperingatkan 5 dampak abu...

Gubernur Pramono Imbau Warga Jakarta Terapkan 5M Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIEF.ID - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengimbau warga Jakarta...

Dentuman Anak Krakatau Terdengar hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Penyebabnya

BRIEF.ID - Gunung Anak Krakatau tidak hanya mengirimkan abu...

CCTV Anak Krakatau Rusak di Tengah Erupsi, Begini Cara Pemerintah Memantau Aktivitas Gunung

BRIEF.ID - Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat ketika salah...