BRIEF.ID – Aktivitas merangkai bunga atau flower arrangement kini tak lagi sekadar hobi dekoratif. Kegiatan ini menjelma menjadi ruang healing positif yang menghadirkan pengalaman relaksasi sekaligus koneksi sosial.
Merangkai bunga menciptakan suasana relaksasi yang membantu menurunkan stress dan menghadirkan pengalaman yang menenangkan secara emosional. Tidak heran, konsep workshop kreatif seperti ini menjadi pilihan alternatif untuk self-care yang lebih mindful.
Setidaknya fenomena tersebut tercermin dalam antusiasme peserta pada acara Flower Arrangement Workshop yang diselenggarakan oleh Alayya’s Community di Kopi Se-Indonesia di Menteng, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi, mulai dari pengenalan teknik dasar seperti color theory hingga praktik merangkai bunga secara kreatif. Suasana hangat, santai dan penuh warna menjadi daya tarik utama kegiatan yang mengusung konsep wellness lifestyle dan kreativitas lintas profesi.
Acara ini dipandu oleh drg. Safira Khairina, M.Kes, dokter gigi dan praktisi kesehatan masyarakat, yang berperan sebagai host. Menurut Safira, kegiatan ini lahir dari keresahan personal sekaligus kolektif para tenaga kesehatan yang membutuhkan ruang “escape” dari rutinitas dan tekanan kerja.
“Sebagai tenaga kesehatan, dokter, dokter gigi, psikolog. Kita terbiasa fokus pada orang lain. Kadang kita lupa memberi ruang untuk diri sendiri. Aktivitas seperti flower arrangement ini adalah bentuk positive escaping: kita tenggelam dalam proses kreatif, fokus, lupa waktu, dan pulang dengan perasaan lebih ringan,” ujar Safira.
Menariknya, workshop ini tidak hanya diikuti oleh tenaga kesehatan. Peserta datang dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari arsitek, dosen, pialang, jurnalis, hingga entrepreneur. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan menikmati proses merangkai bunga sebagai pengalaman yang menyenangkan sekaligus menenangkan.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan Alayya’s Community, sebuah komunitas pencinta bunga & pegiat gastronomi. Sesi flower arrangement dipandu oleh Rini Djafar, coach seni merangkai bunga yang telah lama aktif mengadakan kelas serupa, khususnya di Bali.
Rini Djafar mengungkapkan bahwa ketertarikan tenaga kesehatan terhadap flower arrangement bukanlah hal baru. “Di banyak kelas saya, peserta dari kalangan nakes cukup dominan. Mereka datang untuk healing, mencari ketenangan, dan menyalurkan kreativitas. Peserta kelas saya juga sangat beragam, mulai dari Gen Z hingga usia 82 tahun,” jelas Rini.
Fenomena ini sejalan dengan tren industri bunga yang semakin kuat, didorong oleh gaya hidup urban, kreativitas generasi muda, serta kesadaran akan manfaat bunga bagi kesehatan mental. Workshop dan edukasi seni bunga pun kini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga ruang pertemuan sosial dan emosional lintas profesi.
Melalui kegiatan ini, Safira berharap flower arrangement dapat semakin diterima sebagai aktivitas self-care yang inklusif dan mudah diakses, khususnya bagi para profesional dengan tingkat stres tinggi. “Healing itu tidak selalu harus pergi jauh. Kadang cukup duduk, merangkai bunga, dan hadir penuh di momen tersebut,” tutupnya.


