BRIEF.ID – Anggota komunitas Venezuela di Filadelfia, Amerika Serikat (AS) berkumpul di Katedral Basilika Santo Petrus dan Paulus untuk berdoa bagi negara asalnya serta berbagi pemikiran tentang peristiwa penangkapan, akhir pekan lalu.
Sekitar 100 orang menghadiri misa berbahasa Spanyol dan beberapa di antaranya membawa bendera Venezuela.
Andrea Abati, seorang mahasiswa Venezuela, mengatakan sejumlah warga negaranya senang melihat Madura digulingkan, tetapi pada saat yang sama mereka juga belum yakin tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
“Ini adalah campuran perasaan antara kebahagiaan, karena akhirnya terjadi apa yang kami inginkan, dan pada saat yang sama hanya memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Saya pikir bagi kami semua orang itu sangat mengejutkan pada awalnya dan masih mengejutkan. Saya pikir kita semua masih memproses apa yang sedang terjadi,” kata Abati dikutip dari The Associated Press, Senin (5/1/2026).
Gil Arends, pemilik restoran Venezuela di Filadelfia mengungkapkan, sebagai warga Venezuela, melihat Caracas dibom adalah sesuatu yang menakutkan.
“Namun kami juga dipenuhi harapan bahwa keadaan akan membaik dan kita dapat bertransisi dari kediktatoran menuju demokrasi lagi,” kata dia. (nov)


