BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (4/3/2026) setelah dipicu data pasar tenaga kerja dan pertumbuhan sektor jasa yang solid.
Beberapa hari sebelumnya, indeks sempat terpuruk akibat sentimen yang sebelumnya terpuruk akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Investor melakukan aksi beli secara selektif pada saham-saham yang mengalami koreksi, terutama di beberapa saham sektor teknologi. Meredanya kenaikan harga minyak mentah juga mendorong penguatan indeks.
Data ADP Employment menunjukkan jumlah pekerjaan di sektor swasta AS meningkat 63 ribu di Februari 2026, kenaikan terbaik sejak Juli 2024, serta di atas perkiraan 50 ribu.
Namun sebagian besar pertumbuhan lapangan kerja berasal dari sektor pendidikan dan layanan kesehatan, di luar sektor tersebut pertumbuhan ADP stagnan selama 6-7 bulan terakhir.
Pertumbuhan sektor jasa AS dari ISM pada bulan Februari 2026 meningkat ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun di tengah membaiknya permintaan dan kondisi yang stabil. Laporan Beige Book dari The Fed juga menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi secara keseluruhan meningkat dengan laju sedikit hingga moderat di tujuh dari dua belas distrik Fed.
Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun naik lebih dari 3 bps ke level 4,094%. Harga emas spot menguat 0,7% di level US$ 5.120 per troy ons, pada Rabu (4/3/2026). Harga emas menguat karena meningkatnya konflik di Timur Tengah sehingga menarik minat pembeli terhadap aset safe-haven dan jeda penguatan Dolar AS juga memberikan dukungan.
Harga minyak tetap stabil, setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, pemerintahan Presiden Donald Trump akan memberikan dukungan kepada kapal tanker minyak yang melintasi Teluk Persia. Selain itu, AS juga akan mengumumkan langkah-langkah lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang. (nov)


