BRIEF.ID – PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp 534.8 miliar atau naik 0,6% secara year-on-year (YoY)) pada sembilan bulan pertama tahun 2025 (9M25).
Riset Phintraco Sekuritas yang dirilis Rabu (28/1/2026), saat ini saham BGTG diperdagangkan pada PBV 0,91x, yang mencerminkan valuasi yang relatif murah dari sisi aset namun belum didukung oleh tingkat profitabilitas yang memadai.
“Kami menilai rerating valuasi BGTG masih terbatas tanpa adanya katalis, terutama terkait penguatan permodalan dan akselerasi pertumbuhan bisnis,” kata riset Phintraco Sekuritas.
Di sisi lain, perseroan mencatatkan kenaikan beban bunga yang lebih agresif yaitu sebesar 17,3% YoY menjadi Rp 218.7 miliar sehingga menekan pendapatan bunga bersih (NII) yang turun 8,5% YoY menjadi Rp 316.1 miliar.
Di sisi pendapatan operasional lainnya, perseroan membukukan kenaikan sebesar 24,0% YoY menjadi Rp 58,5 miliar, terutama ditopang kenaikan keuntungan penjualan efek menjadi Rp 42 miliar.
“Perbaikan kualitas aset tercermin dari pembalikan beban penurunan nilai menjadi pendapatan Rp 31 miliar yang turut menopang kinerja operasional,” demikian riset Phintraco Sekuritas.
Disebutkan, meski beban operasional meningkat 11,1% YoY menjadi Rp 184,3 miliar, laba operasional tetap tumbuh solid 34,9% YoY menjadi Rp 221,3 miliar dari Rp 164,0 miliar. Sebagai hasilnya, laba bersih pada 9M25 tercatat Rp 172.0 miliar atau naik 29,7% YoY, yang sejalan dengan perbaikan kualitas aset dan one-off gain investasi.
Seiring rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghapus kategori KBMI 1 dan mendorong konsolidasi perbankan guna membentuk bank-bank berskala besar yang lebih efisien dan kompetitif, BGTG berada dalam posisi yang semakin tertekan dari sisi struktural permodalan, dengan total ekuitas Rp 3,64 triliun hingga 9M25 atau masih mencerminkan gap Rp 2,37 triliun terhadap ambang batas KBMI 2.
Dengan keterbatasan kapasitas akumulasi modal secara organik, pemenuhan persyaratan regulasi ini relatif tidak realistis tanpa dukungan aksi korporasi, sehingga keberlanjutan ekspansi bisnis BGTG ke depan akan sangat bergantung pada aksi korporasi yang dilakukan (right issue, atau private placement), masuknya strategic investor, maupun potensi konsolidasi. (nov)


