BRIEF.ID – Prosesi pemakaman almarhum pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei ditunda akibat pemboman. Upacara yang dijadwalkan dimulai di Teheran, Iran pada Rabu (4/3/2026) pagi itu ditunda tanpa batas waktu.
Penundaan ini terjadi ketika para ulama senior Iran bertemu untuk menunjuk pemimpin tertinggi baru, sebuah posisi yang berfungsi sebagai kepala negara dan panglima tertinggi dari aparat militer yang luas. Kandidat yang dilaporkan diunggulkan para ulama adalah Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei yang berusia 56 tahun dan pilihan utama Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Para analis mengatakan, Mojtaba Khamenei adalah seorang garis keras dan pemilihan dirinya sebagai pengganti akan menandakan peningkatan peran IRGC di Iran. Penunjukannya juga akan menandakan penguatan respons otoriter rezim Iran terhadap seruan reformasi domestik.
Frustrasi terhadap pemerintah telah meledak menjadi protes selama berminggu-minggu di awal tahun 2026, yang ditumpas oleh penindakan brutal pemerintah yang menewaskan sedikitnya 7.000 orang.
Israel mengatakan bahwa siapa pun yang menjadi pemimpin tertinggi berikutnya akan menjadi target potensial.
“Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim teror Iran untuk melanjutkan dan memimpin rencana untuk menghancurkan Israel, untuk mengancam Amerika Serikat dan dunia bebas serta negara-negara di kawasan ini, dan untuk menindas rakyat Iran – akan menjadi target untuk dieliminasi,” tulis Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, di X. (Associated Press/nov)


