Trump Klaim AS dan Iran Sedang Berdialog Mengakhiri Operasi Militer

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, saat ini AS dan Iran sedang berdialog untuk mengakhiri operasi militer AS di Iran. Klaim Trump  disambut gembira oleh pelaku pasar,  tetapi ditolak kalangan pejabat Iran sebagai taktik untuk mengulur waktu bagi konflik yang menyebabkan penderitaan ekonomi di seluruh dunia.

Dalam pesannya di media sosial, Truth Social yang diunggah sebelum pasar dibuka, Trump mengatakan telah  menunda selama lima hari rencana yang diumumkannya pada akhir pekan untuk mengebom pembangkit listrik Iran,  kecuali Teheran membuka Selat Hormuz, pada Senin (23/3/2026) malam. Selat Hormuz dikenal sebagai jalur penting untuk sekitar 20% minyak mentah dunia yang kini ditutup sejak  perang, 28 Februari 2026. Penutupan Selat Hormuz menyebabkan harga minyak dan gas melonjak.

Trump mengaku  akan menahan diri dari menargetkan infrastruktur penting Iran karena utusannya, yang notabene adalah menantunya Jared Kushner dan Steve Witkoff, telah melakukan pembicaraan “sangat baik” pada akhir pekan dengan pejabat Iran yang “dihormati” yang tidak disebutkan namanya tentang mengakhiri permusuhan.

Ia  tidak menyebutkan janji Iran bahwa infrastruktur vital di seluruh wilayah Teluk,  termasuk fasilitas energi dan desalinasi  untuk air minum  sebagai target  dan “dihancurkan secara permanen” jika Trump bertindak sesuai ancamannya. Perdebatan itu memicu aksi jual besar-besaran di pasar Asia seiring berjalannya waktu menjelang berakhirnya ultimatum Trump.

“Yang saya katakan hanyalah kita berada di ambang kemungkinan nyata untuk mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan sebelum menaiki Air Force One, pada Senin (23/3/2026)  untuk berangkat dari rumahnya di Florida menuju sebuah acara di Memphis, Tennessee.

“Dan saya pikir, jika saya seorang penjudi, saya akan bertaruh untuk itu. Tapi sekali lagi, saya tidak menjamin apa pun,” ujarnya.

Secara terpisah,  Iran langsung membantah adanya komunikasi tingkat tinggi dengan Gedung Putih dan menolak retorika Trump sebagai upaya terselubung untuk memanipulasi pasar global yang sedang bergejolak.

“Tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan AS,” tulis Mohammad Bagher Qalibaf, ketua parlemen Iran, di X. “Dan berita palsu digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta menghindari jebakan yang menjebak AS dan Israel.”

Kementerian Luar Negeri Iran juga mengatakan pernyataan Trump hanyalah upaya “untuk menurunkan harga energi dan mengulur waktu untuk melaksanakan rencana militernya.” (Associated Press/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bursa Wall Street Bergairah, Harga Minyak Turun Signifikan

BRIEF.ID - Pasar keuangan mengalami sedikit kelegaan, pada  Senin...

Iran Bantah Lakukan Pembicaraan dengan AS

BRIEF.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran...

Bursa Saham Asia Melemah Signifikan

BRIEF.ID – Bursa saham di negara-negara Asia melemah cukup...

Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz  

BRIEF.ID – Iran mengancam  menutup  total  Selat Hormuz, jika...