Trump Dicap “Gangster Internasional” dan Jadi Ancaman Bagi Dunia

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dicap sebagai “gangster internasional”, dan menjadi ancaman bagi kedaulatan banyak negara, serta perdamaian dunia.

Pernyataan itu, disampaikan Anggota Parlemen Inggris, Ed Davey, dalam Sidang Parlemen Inggris, di London, Inggris, Selasa (20/1/2026). Video cuplikan pernyataan Ed Davey beredar di media sosial dan menjadi salah satu trending topic.

Menurut dia, tindakan Presiden Trump yang memaksa mengambil alih Greenland dan menjatuhkan sanksi bagi negara-negara eropa yang menentang niatnya tersebut, tak hanya mengancam berakhirnya kerja sama Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO, tetapi juga menginjak-injak kedaulatan eropa sebagai sekutu terkuat AS.

“Presiden Trump bertindak seperti gangster internasional, mengancam untuk menginjak-injak kedaulatan sekutu, mengancam berakhirnya kerja sama NATO, dan sekarang mengancam untuk menghantam negara kita dan tujuh sekutu Eropa dengan tarif yang sangat merugikan kecuali dia mendapatkan Greenland,” kata Ed Davey.

Terkait dengan itu, Davey mendorong PM Inggris mengambil sikap tegas untuk menghadapi Presiden Trump, karena langkah diplomatik dan negosiasi yang dilakukan selama 12 bulan terakhir tidak dihargai alias gagal.

Dia juga menyebut Trump sebagai Presiden AS terkorup yang pernah ada, yang berpikir dapat merebut apapun bahkan dengan paksaan, sehingga hanya ada dua pilihan untuk  menghadapi Trump, yakni menyanjungnya, memberikan hadiah, dan memasukan miliaran ke akun kriptonya, atau melawan dia secara frontal.

Dia menambahkan, sekarang ini adalah “momen yang mengerikan” bagi Inggris, Eropa, dan dunia, karena Trump menyerang ekonomi, mata pencaharian, dan keamanan nasional negara-negara dengan agresi yang diumumkan ke publik.

Seperti diketahui, Presiden Trump menyampaikan niat AS mengendalikan Greenland, untuk menghadapi ekspansi ekonomi dan militer Tiongkok. Greenland saat ini berstatus semi-otonom dan berada di bawah kedaulatan Denmark.

Menanggapi pernyataan Trump, pemimpin Uni Eropa menilai keinginan tersebut tidak cukup berasalan, karena AS bisa menggunakan militer negara-negara eropa sebagai mitra dalam kerja sama Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

Tak hanya itu, 8 negara eropa termasuk Inggris, juga mengirimkan pasukan militer dalam jumlah terbatas ke Greenland, untuk memperkuat penjagaan keamanan, sehingga AS tak perlu cemas terhadap Greenland.

Namun niat Uni Eropa tersebut ditanggapi Trump dengan menjatuhkan sanksi tarif impor sebesar 10% muai Febnruari 2026 kepadaa 8 negara  eropa termasuk Inggris. Jika tidak menccapai kesepakatan dan terus menghalangi upaya AS mengendalikan Greenland, maka sanksi akan ditingkatkan menajdi 25% per Juni 2026.

Kepala Uni Eropa, Ursula von der Leyen, menyampaikan pemberlakuan tarif tambahan yang diusulkan Presiden Trump merupakan kesalahan, terutama terhadap eropa sebagai sekutu lama dan terkuat AS.

“Langkah ini, menjerumuskan kita ke dalam spiral penurunan, dan hanya akan membantu musuh-musuh yang sama-sama ingin kita singkirkan dari lanskap strategis. Jadi, respons kita akan teguh, bersatu, dan proporsional,” kata Ursula, saat even World Economic Forum (WEF), di Davos, Swiss, Selasa (20/1/2026).

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan pada hari Selasa bahwa Prancis lebih memilih “menghormati daripada menindas” dan menolak tarif yang “tidak dapat diterima”. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Ambruk Imbas Aksi Profit Taking dan Capital Outflow

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Lanjutkan Tren Melemah Jelang Hasil RDG-BI Hari Ini

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melanjutkan tren pelemahan...

Harga Emas Antam Meroket Jadi Rp2.772.000 per Gram, Dunia Hadapi Defisit Fiskal

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

BTS Pertahankan Posisi Puncak Grup Idola

BRIEF.ID – Lembaga Riset Bisnis Korea melaporkan peringkat reputasi...