BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS) ditutup menguat, pada Rabu (21/1/2026) ang dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan tidak akan mengenakan tarif pada negara-negara Eropa.
Pembatalan pemberlakuan tarif 10% terjadi setelah dicapai kerangka kerja untuk kesepakatan masa depan tentang Greenland, menyusul pertemuan dengan Sekjen NATO Mark Rutte di sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Kerangka kerja atas Greenland akan mencakup hak mineral untuk AS dan Golden Dome, yaitu sistem pertahanan rudal berlapis untuk AS.
Sebelumnya, saat berpidato di WEF, Trump menyatakan tidak akan menggunakan kekerasan untuk menguasai Greenland. Menyusul penghentian tarif oleh Trump, apa yang disebut sebagai perdagangan “Jual Amerika,” yang menghantam pasar keuangan, pada Selasa (20/1/2026), berbalik arah pada Rabu (21/1/2026). Harga obligasi Treasury 10 tahun naik dan indeks dolar AS menguat.
Sebelumnya Eropa menangguhkan kesepakatan perdagangan Uni Eropa dengan AS, yang dicapai pada bulan Juli 2025 di tengah ketegangan tarif yang sedang berlangsung terkait Greenland.
Saham-saham bank juga menguat setelah Trump mengatakan akan meminta Kongres untuk menerapkan usulan pembatasan suku bunga kartu kredit sebesar 10%, sebuah prospek yang tidak pasti mengingat kurangnya dukungan di antara para anggota parlemen.
Imbal hasil US 10-year turun lebih dari 4 bps ke level 4,251%. Harga emas di pasar spot menguat 1,6% ke level US$ 4,838 per troy ons, setelah menyentuh level tertinggi baru di US$ 4,887 per troy ons. (nov)


