Browsing Tag

Presiden-Wakil Presiden

News

Pelantikan Jokowi – Ma’ruf, Dihadiri Sederet Pejabat Negeri

October 21, 2019

Jakarta – Presiden Joko Widodo dan K.H. Ma’ruf Amin resmi mengemban jabatan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Keduanya dilantik dalam Sidang Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019.Jokowi-Ma’ruf Amin dilantik sesuai dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Nomor 1185/PL.01.9_KPT/06/KPU/VI/2019. Keduanya berhasil memenangi pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2019 setelah meraih 85.607.362 suara atau 55,5 persen suara sah.Tidak hanya itu, pada acara pelantikan tersebut turut hadir sederet pejabat-pejabat tinggi di Indonesia dan negara tetangga lainnya, diantaranya adalah

1. Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri,

2.Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono,

3. Wakil Presiden ke-9 RI Hamzah Haz,

4. Wakil Presiden ke-11 RI Boediono,

5. Wakil Presiden ke-10,

6. Wakil Presiden ke-12 RI Jusuf Kalla,

7. Prabowo Subianto,

8. Sandiaga Uno,9. Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah,

10. Raja Eswatini Mswati III,

11. Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad,

12. PM Australia Scott Morrison,

13. PM Singapura Lee Hsien Loong,

14. PM Kamboja Hun Sen.

News

Ini Lima Fokus Kerja Ala Jokowi – Ma’ruf

October 21, 2019

Jakarta, 21 Oktober 2019 – Pada tanggal 20 Oktober 2019, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin dilantik menjadi Presiden RI dan Wakil Presiden RI, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.Pada sambutannya Jokowi memaparkan lima hal yang akan menjadi fokus kerja di periode kedua pemerintahan pada 2019-2024 bersama Ma’ruf Amin.Lima hal tersebut adalah:

Pertama, Jokowi akan menjadikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama. Karena untuk membangun SDM yang pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta akan mengundang talenta-talenta global untuk bekerja sama.

Menurutnya cara yang paling ambuh untuk membangkitkan SDM yaitu dengan endowment fund yang besar untuk manajemen SDM Indonesia serta kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan.

Kedua, pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur. Hal ini dikarenakan infrastruktur akan menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, serta mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Ketiga, Kepala Negara ingin agar segala bentuk kendala regulasi disederhanakan, dan dipangkas. Dalam hal ini pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang (UU) besar, yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

“Masing-masing UU tersebut akan menjadi Omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU. Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi sekaligus,” jelasnya.

Keempat, penyederhanaan birokrasi terus dilakukan secara besar-besaran. Tak hanya itu, investasi untuk penciptaan lapangan kerja juga harus diprioritaskan di samping memangkas prosedur dan birokrasi yang panjang.Terkait penyederhanaan birokrasi, Kepala Negara berpandangan bahwa eselonisasi harus disederhanakan dan diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian dan kompetensi.

“Saya juga minta kepada para menteri, para pejabat, dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, sekali lagi, pasti akan saya copot,” tegasnya.

Kelima adalah transformasi ekonomi. Menurut Presiden, Indonesia harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

News

Jokowi Sah Jadi Presiden

October 20, 2019

Jakarta, 20 Oktober 2019 – Joko Widodo dan Ma’ruf Amin pada hari resmi dilantik menjadi Presiden RI dan Wakil Presiden RI untuk masa jabatan 2020-2024.

Pada sambutannya, Joko Widodo mengatakan Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Hal ini dikarenakan Indonesia telah mengalami kemajuan ekonomi yang pesat.

“Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan,” ujar Joko Widodo di acara Pelatikan Presiden RI dan Wakil Presiden RI 2020-2024, Jakarta, Minggu (20/10).

Joko Widodo menjelaskan bahwa di targetkan tahun 2024 Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai US$ 7 triliun. Saat ini, Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen.

“Kita harus menuju ke sana. Kita sudah hitung, sudah kalkulasi, target tersebut.”

News Weekly Brief

Jokowi, Indonesia Bersatu Untuk Membangun Indonesia Maju

June 28, 2019

Jakarta, 28 Juni 2019 – Setelah menempuh perjalanan yang panjang terkait perselisihan hasil Pemilihan Umum 2019, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk menolak gugatan BPN Prabowo – Sandi. Dengan demikian, proses pesta demokrasi yang telah berlangsung telah usai.

Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan rasa syukurnya terkait hasil keputusan MK dan meminta agar seluruh masyarakat Indonesia tetap menjalin persatuan, untuk membangun Indonesia lebih baik di mata dunia.

“Saya yakin semangat kita sama, yaitu Indonesia yang bersatu untuk membangun Indonesia yang maju, yang mampu bersanding dengan negara-negara besar lainnya, membangun Indonesia yang menang menghadapi kompetisi global yang ketat, dan membangun Indonesia yang unggul, yang membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Joko Widodo dalam pernyataan resmi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis malam, (27/6).

Joko Widodo juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap menjalin persaudaraan satu sama lain dan tetap saling merajut Bhineka Tunggal Ika, walau dari satu sisi masih bertolak belakang dalam berpendapat. Hal ini disampaikannya agar tidak menimbulkan perpecahan antar sesama.

Ditambahkan bahwa Joko Widodo bersama Ma’ruf Amin, akan bekerja bersama-sama untuk seluruh masyarakat Indonesia dan terus membangun Indonesia menjadi lebih baik untuk lima tahun kedepan.

“Walau pilihan politik berbeda pada saat Pilpres, namun perlu kami sampaikan bahwa presiden dan wakil presiden terpilih adalah presiden dan wakil presiden bagi seluruh anak bangsa, bagi seluruh rakyat Indonesia.”