Browsing Tag

Jokowi

News

Sebut Indonesia Perlu Konglomerat Baru, Jokowi: Saya Masih Tunggu Nama 20 Calonnya

September 16, 2019

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bila keberadaan konglomerat baru di Indonesia memang diperlukan untuk menunjang perekonomian Indonesia yang terus berkembang. Dirinya meminta Hipmi untuk segera memberikan daftar 20 calon konglomerat di Indonesia.

“Bahlil menyampaikan bahwa perlu konglomerat baru, perlu saya ingatkan, bahwa tiga tahun yang lalu saya udah minta kepada Hipmi, kepada Kadin 20 nama, tapi sampai sekarang saya belum dapat 20 nama itu. Saya tidak tahu apakah masih dalam proses seleksi atau dalam proses yang lainnya,” kata Jokowi dalam pembukaan Munas XVI Hipmi di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Meski belum mendapatkan 20 nama tersebut, Jokowi mengatakan bila pemerintah akan turun tangan dan memberikan jalan serta peluang pada para pengusaha. Menurutnya, para pemerintah akan memberikan jalan bagi mereka untuk memanfaatkan peluang bisnis di Indonesia.

“Memang pemerintah perlu turun tangan memberikan jalan, memberikan peluang peluang yang ada kepada mereka dan pemerintah akan terus memperkokoh kelembagaan kabinet yang bisa mengurus investasi, yang mampu membujuk investor, untuk menciptakan berbagai macam spill over,” ungkap Jokowi.

Bahlil sendiri menyebut bila pengusaha di Hipmi harus bisa naik kelas dan menjadi konglomerat. Menurutnya, selama ini Indonesia hanya dikuaisai oelh segelintir konglomerat saja. Namun dirinya juga mengingatkan bila konglomerat harus dijadikan teman bukan musuh.

“Politik, gubernur sudah berganti, menteri berganti, tetapi konglomeratnya belum berganti, itu-itu saja. Kami mohon, teman-teman muda ingin naik kelas. Kami tidak bermaksud konglomerat tidak kita musuhi, yang kuat tetap kuat tapi yang bawah bisa jadi kuat,” tutur .Bahlil

News

Ketua MPR Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Jokowi-Ma’ruf Sebagai Presiden-Wakil Presiden

August 16, 2019

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, mengucapkan selamat atas terpilihnya Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih. Selain itu, Zulkifli juga mengucapkan terima kasih pada penyelenggara Pemilu yang sukses menyelenggarakan Pemilu Serentak pertama dalam sejarah Indonesia.

“Alhamdulillah, Pemilu Serentak 2019 yang untuk pertama kalinya dilaksanakan, akhirnya dapat kita lalui bersama. Suksesnya penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 merupakan bukti bahwa Bangsa Indonesia telah semakin dewasa dalam berdemokrasi,” kata Zulkifli dalam Sidang Tahunan MPR 2019, Jumat (16/8/2019).

“Kami atas nama Pimpinan dan Anggota MPR mengucapkan selamat kepada Bapak Joko Widodo dan Bapak Ma’ruf Amin yang telah terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019 – 2024,” sambungnya.

Selain mengucapkan selamat pada Jokowi-Ma’ruf Amin, Zulkifli juga mengapresiasi sikap kenegarawanan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam menyikapi hasil Pemilu. Dirinya ingin semua pimpinan bangsa bisa memberikan pendidikan politik yang baik pada masyarakat.

“Kepada Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiga Uno kami mengucapkan terima kasih atas sikap kenegarawanan yang telah bapak tunjukkan selama ini,” sebutnya.

“Kami juga mendorong segenap pemimpin bangsa untuk memberikan pendidikan politik yang menjunjung tinggi etika, menunjukkan sikap kenegarawanan dengan tetap mengedepankan persatuan di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan,” lanjut Ketua Umum PAN itu.

Kepada masyarakat Indonesia, Zulkifli mengingatkan agar semua elemen bangsa kembali bersatu usai Pemilu 2019 lalu. Baginya hasil Pemilu merupakan kemenangan untuk bangsa Indonesia, untuk itu kebersamaan harus terus dirajut dan dipersatukan kembali usai pesta demokrasi 5 tahunan itu
“Apa pun hasil Pemilu lalu, merupakan kemenangan kita semua sebagai bangsa Indonesia, karena pilihan politik boleh beda, tetapi merah putih kita sama, dan tetap akan sama untuk selamanya. Mari kita rajut kembali Merah Putih,” tuturnya.

Di akhir pidatonya, Zulkifli memberikan pantun untuk semua hadirin yang hadir pada Sidang Tahunan MPR tersebut:

Buka hati dengan tulus dan bersih,
Sambut saudara sehangat mentari,
Mari rajut kembali merah putih,
KIta dukung Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin memimpin negeri.

(Bisma)

News Weekly Brief

Ketua DPD RI: Kami Dukung Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

August 16, 2019

Jakarta h Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta Odang (OSO), mendukung rencana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan ibukota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan. Menurutnya, rencana tersebut sudah dibahas oleh dirinya dan Jokowi.

“Kami mendukung rencana Pemerintah untuk segera merealisasikan pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan,” kata OSO.
Penyataan ini dikatakan oleh OSO dalam pidatonya di Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jakarta, Jumat (16/8/2019). OSO menambahkan bila DPD akan memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah untuk rencana pemindahan ibu kota ini.

“Terkait hal itu semua, DPD RI sebagai representasi daerah akan konsisten dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan daerah yang ada di seluruh wilayah Indonesia,” tegasnya.

Selain soal ibukota baru, OSO juga mengingatkan soal ancaman dan tantangan bagi Indonesia di era globalisasi. Senator asal Kalimantan Barat itu menyebut bila liberalisasi dan paham radikal adalah 2 tantangan besar untuk Indonesia ke depan. Karena kedua paham tersebut sangat bertentangan dengan paham Pancasila yang selam ini dianut oleh Indonesia.

“Tantangan berat tersebut adalah merebaknya dua paham besar, yakni liberalisasi dan paham radikal. Atas nama kebebasan dan demokrasi, dua paham ini telah bergerak secara radikal ke anak-anak ibu pertiwi,” ujar OSO.

“Dua paham tersebut telah masuk ke masyarakat kita dengan mempertentangkan antara Pancasila dan Agama. Pancasila yang telah menjadi konsensus final kita dalam bernegara, telah dikaburkan oleh mereka,” sambungnya.

Karenanya, OSO mengingatkan bila Pancasila harus kembali dibumikan di Indonesia. Dirinya ingin sejak anak-anak hingga orang dewasa memiliki pemahaman yang sama terkait gagasan-gagasan dasar dalam Pancasila.

“Pancasila sebagai filsafat kita dalam bernegara harus terimplementasi secara Terstruktur, Sistematis, dan Massif di semua lapisan masyarakat. Mulai dari kalangan elit hingga masyarakat yang bersandal jepit. Mulai dari anak-anak dan remaja, hingga kalangan yang sudah dewasa,” pungkas OSO.

(Bisma)

News

Jokowi, RI Tidak Takut

August 16, 2019

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa dalam bidang pertahanan keamanan Indonesia harus lebih tanggap dan siap. Menurutnya pertahanan keamanan dilakukan untuk menghadapi perang siber, intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

“Mengahadapi, ancaman kejahatan-kejahatan lainnya baik dari dalam maupun luar negeri yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Jokowi di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8).

Jokowi menegaskan bahwa Tanah Air tidak takut untuk menghadapai permasalahan tersebut. Kemudian ditambahkan bahwa Indonesia juga tidak takut terhadap keterbukaan.

“Kita hadapi keterbukaan dengan kewaspadaan. Kewaspadaan terhadap ideologi lain yang mengancam ideologi bangsa. Kewaspadaan terhadap adab dan budaya lain yang tidak sesuai dengan kearifan bangsa kita. Kewaspadaan terhadap apapun yang mengancam kedaulatan kita.

News

Jokowi, Indonesia Hadapi Tantangan Berbeda

August 16, 2019

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana semua informasi dapat tersebar dengan cepat dan luas.

” Sekarang ini, kita menghadapi tantangan yang berbeda. Akan tetapi, semangat itu harus terus menyala di hati kita semua. Kita berada di era ketika dunia berubah dengan cepat, tetapi kita tidak boleh kehilangan bintang penjuru,” kata Jokowi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta, Jumat (16/8).

Dijelaskan bahwa Indonesia saat ini sedang menghadapi era kompetisi antarnegara, sehingga tidak boleh berhenti berkreasi dan berinovasi. Maka sebab itu, Jokowi menegaskan tantangan tersebut tidak boleh memecah belah bangsa, sehingga rakyat Indonesiamumkan bahwa laporan keuangan pemerintah pusat tahu terpecah.

“Kita harus berani menerima era keterbukaan sejagad. Akan tetapi kita tidak boleh kehilangan persatuan dan persaudaraan.”

Ia menambahkan antar lembaga pemerintahan juga harus saling membantu satu sama lain. Sehingga berjalan dengan visi yang sama yaitu memajukan Tanah Air di mata negara-negara maju dan berkembang lainnya.

“Visi yang sama juga harus hidup dalam kerja kita semua, di semua lembaga negara. Check and balances antar lembaga negara sangat penting, tetapi harus berada dalam bingkai yang sama, satu visi besar Indonesia Maju.”

Sementara itu, Jokowi juga mengumumkan bahwa laporan keuangan pemerintah pusat tahun 2016-2018 memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Pada Pemerintah Daerah (Pemda) dengan WTP berhasil meningkat dari 47% di tahun 2014 menjadi 78% di tahun 2018.

Sedangkan dari data BPK dilampirkan bahwa kinerja dan kepatuhan pemerintah, serta badan lainnya berhasil mengembalikan kas dam aset negara sebesar Rp4,38 triliun.

News Weekly Brief

Soal Biodiesel, Jokowi: Awal 2020 Kita Pindah ke B30, Akhir 2020 ke B50

August 13, 2019

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki harapan yang sangat besar pada sektor biodiesel di tahun 2020. Dirinya menilai penerapan kebijakan biodiesel 20 persen atau B20 sangat signifikan menekan anggaran negara hingga USD 5,5 miliar per tahun.

Jokowi ingin pada tahun 2020 mendatang Indonesia bisa menerapkan B30 dan pada akhir 2020, Indonesia langsung ke B50. Hal ini, lanjutnya, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada energi fosil dan impor bahan bakar.

“Saya ingin agar B20 ini nanti pada Januari 2020 itu sudah pindah ke B30. Selanjutnya nanti di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50,” kata Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/8/2019) kemarin.

“Kita ingin lebih cepat dan mulai dari B20 ini kita ingin mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan juga yang paling penting kita ingin mengurangi impor minyak kita,” lanjutnya

Jokowi mengatakan kebijakan biodiesel akan memberikan keuntungan bagi industri kelapa sawit. Selain itu, kebijakan tersebut juga bisa memberikan posisi tawar yang lebih tinggi untuk Indonesia.

“Yang tidak kalah pentingnya, penerapan B20 juga akan menciptakan permintaan domestik akan CPO yang sangat besar yang kita harapkan menimbulkan multiplier effect terhadap 17 petani, pekebun, dan pekerja yang ada di (industri) kelapa sawit,” tuturnya.

“Tekanan terhadap kelapa sawit kita saya kira perlu diantisipasi dari dalam negeri sehingga kita memiliki sebuah bargaining position yang baik,” sambung Jokowi.

Di akhir rapat, Jokowi kembali ingatkan harapan pada biodiesel di 2020. Dirinya meminta komitmen penuh dari para Menteri untuk menyukseskan kebijakan tersebut.

“Perlu saya sampaikan di sini bahwa saya akan cek langsung urusan yang berkaitan dengan penggunaan B20 ini termasuk nanti kalau meloncat ke B30,” pungkasnya.

(Bisma)

News Weekly Brief

Ini Isi Pidato Presiden Republik Indonesia Joko Widodo

July 15, 2019

Senbagai Presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo pada hari Minggu tanggal 14 Juli 2019, di Sentul, Bogor, menyampaikan VISI DAN MISI kedepan untuk membangun bangsa Indonesia.

Tapi apakah kalian tahu apa isi pidato tersebut? Yuk kita baca bareng – bareng di sini ,:

Assalamuallaikum wr. Wb
Salam sejahtera bagi kita semua
Om swastiastu
Namo buddhaya
Salam kebajikan

Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai. Hadirin yang berbahagia.

Kita harus menyadari, kita harus sadar semuanya bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis! Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko, penuh kompleksitas, dan penuh kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan kita.

Oleh sebab itu, kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, kita buat menjadi efisien!

Manajemen seperti inilah yang kita perlukan sekarang ini. Kita harus menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan-perubahan itu. Oleh sebab itu, kita menyiapkan tahapan-tahapan besar.

PERTAMA, pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan.

KEDUA, pembangunan SDM. Kita akan memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ!

Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.

KETIGA, kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan.

KEEMPAT, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural! Agar lembaga semakin sederhana, semakin simpel, semakin lincah! Hati-hati! Kalau pola pikir, mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!

Kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya. Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan!

Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. HARUS BERUBAH! Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang ADAPTIF, Indonesia yang PRODUKTIF, dan Indonesia yang INOVATIF, Indonesia yang KOMPETITIF.

KELIMA, kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.

BAPAK IBU DAN HADIRIN YANG BERBAHAGIA, namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi-mimpi besar hanya bisa terwujud jika kita bersatu! Jika kita optimis! Jika kita percaya diri! Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar! Negara dengan 17 ribu pulau. Dengan letak geo-politik yang strategis. Kita adalah negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika! Memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Demografi kita juga sangat kuat! Jumlah penduduk 267 juta jiwa, yang mayoritas di usia produktif.

Kita harus optimis menatap masa depan! Kita harus percaya diri dan berani menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia.

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah pengikat utama dalam meraih kemajuan. Persatuan dan persaudaraan kita harus terus kita perkuat! Hanya dengan bersatu, kita akan menjadi negara yang kuat dan disegani di dunia! Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa yang setiap Warga Negara harus menjadi bagian darinya!

Dalam demokrasi, mendukung mati-matian seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan. Asal jangan oposisi menimbulkan dendam. Asal jangan oposisi menimbulkan kebencian. Apalagi disertai dengan hinaan, cacian, dan makian.

Kita memiliki norma-norma agama, etika, tata krama, dan budaya yang luhur.

Pancasila adalah rumah kita bersama, rumah bersama kita sebagai saudara sebangsa! Tidak ada toleransi sedikit pun bagi yang mengganggu Pancasila! Yang mempermasalahkan Pancasila! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnis lain.

Sekali lagi, ideologi kita adalah Pancasila. Kita ingin bersama dalam Bhinneka Tunggal Ika, dalam keberagaman. Rukun itu indah. Bersaudara itu indah. Bersatu itu indah.

Saya yakin, semua kita berkomitmen meletakkan demokrasi yang berkeadaban, yang menunjujung tinggi kepribadian Indonesia, yang menunjung tinggi martabat Indonesia, yang akan membawa Indonesia menjadi Indonesia Maju, Adil dan Makmur.

Indonesia Maju adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya. Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum. Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.

Ini bukanlah tentang aku, atau kamu. Juga bukan tentang kami, atau mereka. Bukan soal Barat atau Timur. Juga bukan Selatan atau Utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semua. Tapi ini saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju karena kita mampu jika kita bersatu!

Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

News Weekly Brief

Joko Widodo, Lakukan Kunjungan Kerja ke Taman Nasional Komodo

July 11, 2019

Jakarta, 11 Juli 2019 – Presiden Joko Widodo (Jokowi)melakukan kunjungan kerja ke Pulau Rinca yang berlokasi disebelah barat Pulau Flores. Kunjungan kerja tersebut juga diikuti oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Pada kunjungan kerja tersebut Jokowi melihat – lihat suasana yang ada disekitar Pulau Rinca. Pulau yang dipisahkan oleh Selat Molo.

Diketahui bahwa Pulau Rinca, Pulau Komodo, dan Pulau Padar merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat.

Setelah melakukan kunjungan kerja ke Pulau Rica, Joko Widodo kembali ke Labuan Bajo untuk peninjauan terkait pengembangan industri pariwisata.

News

Jokowi Hadiri KTT G20 di Jepang

June 28, 2019

Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar pada tanggal 28-29 Juni 2019, Osaka, Jepang. Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Kepala Negara bersama rombongan lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 22.10 WIB, Kamis (27/6).

Pada KTT G20 di Osaka, Joko Widodo akan menyampaikan dua hal. “Pertama berkaitan dengan inovasi di bidang _digital economy_ dan juga yang kedua berkaitan dengan upaya mengatasi kesenjangan,” kata Presiden Jokowi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga akan mengingatkan para kepala negara/kepala pemerintahan G20 terkait situasi dunia yang saat ini banyak dipenuhi ketidakpastian dan dibayangi isu perang dagang.

“Saya juga ingin mengingatkan kepada kolega-kolega kita yang hadir, baik perdana menteri, presiden, maupun raja di G20 terkait situasi dunia yang saat ini dipenuhi ketidakpastian dan dibayangi dengan isu perang dagang. Saya berharap agar negara-negara G20, pemimpin-pemimpinnya bisa menunjukkan kearifan dan kepemimpinan kolektif sehingga situasi yang ada menjadi lebih baik bagi kita semua,” ucap Presiden Jokowi.

Kunjungan kerja kali ini juga akan dimanfaatkan Presiden Joko Widodo untuk melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa kepala negara. Namun hingga saat ini, jadwal pertemuan masih terus dimatangkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang telah terlebih dahulu berada di Osaka.

Usai menghadiri KTT G20, Presiden Jokowi akan langsung kembali ke Tanah Air. Presiden, Ibu Iriana, dan rombongan direncanakan akan tiba kembali di Tanah Air pada Sabtu malam, 29 Juni 2019.

Diinformasikan, KTT G20 merupakan kesempatan bagi para pemimpin ekonomi terbesar dunia untuk membahas situasi dan dinamika global yang terjadi saat ini.

News Weekly Brief

Jokowi, Indonesia Bersatu Untuk Membangun Indonesia Maju

June 28, 2019

Jakarta, 28 Juni 2019 – Setelah menempuh perjalanan yang panjang terkait perselisihan hasil Pemilihan Umum 2019, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk menolak gugatan BPN Prabowo – Sandi. Dengan demikian, proses pesta demokrasi yang telah berlangsung telah usai.

Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan rasa syukurnya terkait hasil keputusan MK dan meminta agar seluruh masyarakat Indonesia tetap menjalin persatuan, untuk membangun Indonesia lebih baik di mata dunia.

“Saya yakin semangat kita sama, yaitu Indonesia yang bersatu untuk membangun Indonesia yang maju, yang mampu bersanding dengan negara-negara besar lainnya, membangun Indonesia yang menang menghadapi kompetisi global yang ketat, dan membangun Indonesia yang unggul, yang membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Joko Widodo dalam pernyataan resmi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis malam, (27/6).

Joko Widodo juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap menjalin persaudaraan satu sama lain dan tetap saling merajut Bhineka Tunggal Ika, walau dari satu sisi masih bertolak belakang dalam berpendapat. Hal ini disampaikannya agar tidak menimbulkan perpecahan antar sesama.

Ditambahkan bahwa Joko Widodo bersama Ma’ruf Amin, akan bekerja bersama-sama untuk seluruh masyarakat Indonesia dan terus membangun Indonesia menjadi lebih baik untuk lima tahun kedepan.

“Walau pilihan politik berbeda pada saat Pilpres, namun perlu kami sampaikan bahwa presiden dan wakil presiden terpilih adalah presiden dan wakil presiden bagi seluruh anak bangsa, bagi seluruh rakyat Indonesia.”