Soal KUHP, Wapres: Tak Perlu Ada Kebencian, Kalau Belum Sepakat Bisa Ajukan Judicial Review

BRIEF.ID – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan tidak perlu ada amarah dan kebencian pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.

Rapat Paripurna DPR RI, pada Selasa (6/12/2022) telah menyetujui Rancangan Undang-Undang Kitab Undang Undang Hukum Pidana (RUU KUHP)  disahkan menjadi undang-undang.

“Tidak perlu ada semacam marah-marah dan kebencian,” kata Wapres usai menghadiri pembukaan Mukernas II Majelis Ulama Indonesia di Jakarta, Kamis (8/12/2022).

Wapres  mengatakan bahwa Pemerintah telah melakukan pembahasan bersama DPR RI terkait pengesahan  RUU KUHP. Selama ini, lanjutnya, KUHP yang dipakai masih mengadopsi hukum Belanda. Dan, selama 59 tahun  pembahasan tentang RUU KUHP ini tertahan di DPR sebelum disahkan.

“Memang sulit untuk mencari kesepakatan semua pihak dalam suatu hal,” katanya.

Namun,  Wapres mengimbau bagi warga masyarakat   yang belum setuju dengan sejumlah pasal dalam KUHP bisa melakukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan pasal-pasal yang dipersoalkan.

“Memang tidak mudah sepakat semua dalam satu hal. Yang belum sepakat bisa judicial review. Saya kira wajar saja kalau ada yang belum sepakat,” jelasnya.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pekan Pertama Januari 2026, Aliran Modal Asing Masuk Rp 1,44 Triliun

BRIEF.ID – Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing...

Rusia Bombardir Ukraina dengan Ratusan Drone dan Rudal   

BRIEF.ID – Militer Rusia membombardir Ukraina dengan ratusan drone...

K-Pop Berpeluang Raih Grammy Awards Perdana

BRIEF.ID – K-Pop atau Korean Pop adalah genre musik...

Pasca Penangkapan Maduro, Industri Minyak Venezuela Jadi Sorotan Dunia

BRIEF.ID – Industri minyak Venezuela telah menjadi sorotan dunia...