Shinta Kamdani, Perempuan Harus Punya Keseimbangan

Jakarta – Berkembangnya dunia bisnis yang cukup pesat, banyak melibatkan peran perempuan di dalamnya. Sehingga, membuat seorang perempuan tidak memiliki waktu lebih untuk beristirahat dengan keluarga.

Hal ini ditanggapi oleh CEO Sintesa Group, Shinta Widjaja Kamdani, yang mengatakan bahwa perempuan yang memiliki pekerjaan yang cukup menyita waktu, perempuan harus bisa menjaga keseimbangan pada pekerjaan rumah tangga dan ruang publik.

“Jadi bekerja di ranah publik bukan lagi persoalan. Yang harus dilihat masalahnya, pekerja perempuan enggan naik ke struktural lebih tinggi atau berkarya lebih, karena merasa ada beban harus menjaga keseimbangan peran rumah tangga,” kata Shinta, pada Diskusi 100 CEO Forum, Jakarta, Kamis 15 November 2018.

Seperti yang diketahui di Indonesia sendiri, perempuan memiliki rating yang cukup tinggi di industri bisnis saat ini. Shinta menyampaikan melalui data yang dirinya peroleh, bahwa 5% perempuan saat ini memiliki jabatan sebagai CEO, 20 % menjadi Manajemen Senior, dan 47 % sebagai Pekerja Pemula.

Sedangkan dalam sebuah pekerjaan di ruang publik, Shinta menjelaskan perlahan tapi pasti perempuan menjadi pemimpin perusahaan dan berpengaruh. Hal ini dijabarkan melalui data yang dirinya punya, bahwa di tahun 2010 perempuan yang berkedudukan sebagai pemimpin mencapai 16 %, akan tetapi di tahun 2011 turun menjadi 13%. Kemudian di tahun 2012 jumlah tersebut naik kembali hingga 18%, di tahun 2013 naik lagi hingga 20%, dan di tahun 2014 mencapai 14 %. Hal ini menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun perempuan yang berperan sebagai pemimpin terus menunjukkan peningkatan walau sempat turun.

“Semua data menunjukkan partisipasi perempuan sangat positif. Jadi semua data ini menunjukkan good positif,” ujarnya.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Dunia Melonjak 1% di Pasar Spot Asia Siang Ini, Apa Pemicunya?

BRIEF.ID - Harga emas dunia di pasar spot melonjak...

23.509 Wajib Pajak Terancam Dikejar hingga Diblokir dari Layanan Publik

BRIEF.ID - Sebanyak 23.509 wajib pajak terancam dikejar bahkan...

BSI Cetak Pembiayaan Multiguna Rp68,48 Triliun pada Desember 2025

BRIEF.ID - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencetak...

IHSG Sesi I Ditutup Di Zona Hijau Ditopang Saham Sektor Pertambangan 

IBRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...