BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah tertekan ke level Rp16.873 per dolar AS pada sesi I perdagangan hari ini, Selasa (3/3/2026), dipicu kekhawatiran lonjakan defisit fiskal akibat kenaikan harga minyak dunia.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, kurs rupiah di pasar spot melemah 0,03% menjadi Rp16.866 per dolar AS. Hingga pukul 12:00 WIB, rupiah terpantau masih tertekan dan berada di level Rp16.873 per dolar AS.
Sepanjang 3 jam perdagangan, nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif, bahkan pelemahan sempat menyempit seiring penguatan indeks dolar AS, yang menipis.
Tekanan terhadap rupiah datang seiring kekhawatiran investor terhadap defisit fiskal Indonesia akibat kenaikan harga minyak pasca serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas, telah membuat Pemerintah Iran menutup Selat Hormuz sebagai salah satu jalut utama distribusi minyak mentah dunia.
Hal itu, memicu kenaikan harga minyak dunia, karena kekhawatiran investor terhadap gangguan pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah.
Pada perdagangan hari ini, harga minyak mentah berjangka Brent naik 1,4% atau US$1,10 ke level US$78,83 per barel. Sehari sebelumnya, kontrak Brent sempat melonjak hingga US$82,37 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak Januari 2025.
Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1% atau 74 sen menjadi US$71,97 per barel. Pada sesi sebelumnya, kontrak WTI sempat menyentuh level tertinggi sejak Juni 2025.
Kenaikan harga minyak dunia dikhawatirkan menggerus ketahanan APBN 2026. Pasalnya, asumsi harga minyak dalam APBN 2026 hanya sebesar US$70 per barel.
Sejumlah analis memprediksi harga minyak dunia bisa mencapai lebih dari US$108 per barel, jika eskalasi konflik Timur Tengah makin memanas.
Kenaikan harga minyak dunia akan membuat biaya pengeluaran belanja pemerintah membengkak, dan mempengaruhi stabilitas rupiah karena kebutuhan dolar untuk pembayaran.
Teerkait dengan itu, nilai tukar rupiah diprediksi masih berada dalam tren melemah. Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi cenderung melemah, dan akan bergerak di kisaran level Rp16.750 per dolar AS hingga Rp16.880 per dolar AS. (jea)


