BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat signifikan imbas indeks Dolar Amerika Serikat (AS) anjlok ke level terendah dalam 4 tahun terakhir, tepatnya sejak Januari 2022.
Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, Rabu (28/1/2026), kurs rupiah dibuka menguat 0,21% atau 36 poin menjadi Rp16.732 per dolar AS dari level sebelumnya Rp16.768 per dolar AS.
Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,24% di posisi Rp16.726 per dolar AS, bersamaan dengan anjloknya indeks dolar AS hingga menyentuh level 95.
Pada penutupan perdagangan Selasa (27/1/2026), indeks Dolar AS terpantau anjlok 1,26% ke 95,816. Hal itu, menjadi posisi terendah indeks dolar AS sejak 31 Januari 2022 atau hampir empat tahun terakhir.
Pelemahan dolar AS terjadi saat posisi utang pemerintah AS berada di level tertinggi US$38,3 miliar. Hal itu, disinyalir merupakan upaya Trump mengikis nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara, yang memegang surat utang pemerintah AS atau US Treasury, seperti Jepang, Inggris, dan Tiongkok.
Ketidakpedulian Trump terhadap pelemahan dolar AS terlihat dari pernyataannya di hadapan wartawan di Iowa. Trump menyebut dolar sedang baik-baik saja. Menurutnya, wajar jika nilai mata uang mengalami fluktuasi.
“Tidak, saya rasa (dolar AS) bagus. Saya rasa nilai dolar, lihat apa yang sedang kita lakukan. Dolar sedang bagus. Saya ingin dolar AS mencari nilainya, tidak apa-apa,” ujar Trump, seperti dikutip Bloomberg News.
Analis menilai posisi dolar AS yang tetrus tertekan, menjadi pendorong bagi Bank Sentral AS atau Federal reserve (Teh Fed) untuk melonggarkan kebijakan moneter, termasuk memangkas suku bunga acuan.
FOMC The Fed akan mengadakan rapat pada Kamis (29/1/2026). Walaupun pelaku pasar meyakini The Fed kemungkinan belum memangkas suku bunga, namun arah kebijakan moneter akan longgar.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi masih menguat dan bergerak di kisaran Rp16.710 per dolar AS hingga Rp16.770 per dolar AS.
Hingga pukul 10:50 WIB, nilai tukar rupiah terpantau masih bergerak di zona hijau dan berada di level Rp16.728 per dolar AS. (jea)


