BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terbatas pada perdagangan hari ini, Senin (19/10/2026), seiring tekanan eksternal yang mulai mereda.
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah hari ini dibuka melemah 0,04% atau 8 poin menjadi Rp18.035 per dolar AS dari level sebelumnya Rp18.027 per dolar AS.
Hingga pukul 11:30 WIB, pelemahan rupiah masih berlanjut dan terpantau menyentuh level Rp18.041 per dolar AS, turun 0,07% atau 14 poin dari level Rp18.027 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026).
Sementara itu, rupiah di pasar spot hari ini, juga dibuka melemah 0,23% ke level Rp18.053 per dolar AS. Sedangkan rupiah di pasarNon-Deliverable Forward (NDF) juga bergerak melemah di kisaran Rp18.074 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi ketika tekanan eksternal mulai mereda, seiring turunnya harga minyak dunia setelah Presiden AS, Donald Trump, melonggarkan sanksi ke Rusia.
Seperti dilansir Reuters, Senin (19/10/2026), harga minyak dunia jenis Brent turun 1,30% menjadi US$108,43 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,52% ke level US$100,88 per barel.
Selain itu, tekanan dari aset berdenominasi dolar AS juga mereda, seiring turunnya ekspetasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Seirkat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).
Gubernur The Fed, Kevin Warsh, kembali menegaskan fokus Bank Sentral AS untuk mewujudkan stabilitas harga dalam rangka mengendalikan inflasi, sehingga ekspetasi pelaku pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed menyusut.
Dengan demikian, pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen negatif dari dalam negeri terkait gejolak di Bursa Efek Indonesia (BEI) pascapengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang mengusulkan klasifikasi indeks Indonesia turun dari emerging market menjadi standalone market.
Tekanan jual yang masih melanda pasar saham dan menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut menyeret rupiah ke zona merah, karena pasar menunggu kebijakan pemerintah yang konkrit untuk menjaga kepercayaan investor.
Untuk perdagangan hari ini, kurs rupiah diprediksi bergerak melemah terbatas di kisaran level Rp18.000 per dolar AS hingga Rp18.050 per dolar AS. (Jea)


